Browse By

Keberanian Melakukan Perintah Tuhan

Seorang olahragawan sejati, misalnya seorang pemain bulutangkis atau tenis meja, tidak boleh ragu-ragu saat bertanding. Kalau dia bermain dengan ragu-ragu dan takut, maka dia pasti akan kalah. Seorang Kristen juga tidak boleh ragu-ragu dan takut dalam mematuhi perintah Tuhan. Dia harus berani, ke mana pun atau kepada siapa pun Tuhan akan menyertai dan menjaga siapapun yang diutus-Nya.

Ketakutan dan keragu-raguan sering menjadi penghalang bagi kita untuk mematuhi perintah Allah. Oleh karena itu, saat perasaan ini muncul, kita harus segera melawannya, agar perintah Tuhan dapat kita patuhi.

Perasaan takut dan ragu-ragu inilah yang dialami oleh Ananias, ketika Tuhan menyuruhnya menemui Saulus, seorang yang terkenal kejam dan suka menyiksa orang Kristen. Tuhan menyuruh Ananias untuk mencelikkan mata Saulus. Bisa dibayangkan, betapa herannya Ananias. Wajar, kalau dia disuruh datang untuk membunuh Saulus yang sudah tidak berdaya saat itu. Tetapi perintah Tuhan kali ini betul-betul tidak dapat diterima dengan akal sehat. Ananias menjadi ragu.

Ananias akhirnya segera pergi ke rumah Yudas di Tarsus, tempat Saulus berada. Ananias tidak tahu bahwa sebelum Tuhan mengutusnya pergi ke rumah Yudas, Tuhan sendiri telah mengubahkan jalan hidup Saulus. Dia  telah berubah total, melalui sebuah penampakan dan ucapan Yesus yang penuh kasih dalam perjalanannya menuju Damsyik.

Sementara itu, Ananias telah tiba di rumah Yudas. Hatinya masih panas. Ia masuk dan mendapati Saulus yang buta dan tidak berdaya. Saat itu juga Roh Kudus bekerja di dalam hatinya. Ananias memandang Saulus dengan penuh kasih. Ananias kemudian memegang tangan Saulus, dan dengan lembut dia menyapa:”Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang telah engkau lalui, telah menyurh aku datang kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Seketika itu, Saulus dapat melihat. Ia bangun dan dibaptis. Tuhan membuat hidupnya berubah sangat drastis, salah satunya melalui keberanian Ananias untuk melakukan perintah Tuhan.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.