Browse By

Tujuan Hidup: Mengapa Kita Berbicara Soal ini?

“Untuk apakah aku ada di dunia?” adalah judul dari presentasi yang saya bawakan dalam seminar agama Kristen dalam acara PLO STEI tanggal 18 April kemarin. Dua minggu sebelumnya, seorang adik kelas, Rian menghubungi saya dan menanyakan kesediaan saya untuk menjadi pembicara. Saya langsung menyanggupinya saat itu. Senang rasanya dapat kembali ke kampus tercinta, membawakan materi visi hidup yang amat penting sekaligus dapat berjumpa dengan sahabat di Bandung.

Segalanya ada untuk satu tujuan

Segalanya ada untuk satu tujuan

“Untuk apakah aku ada di dunia?” adalah sebuah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh semua manusia yang hidup. Pertanyaan ini melebihi keingintahuan biasa, melainkan sebuah hasrat dan kerinduan jiwa untuk mengerti eksistensi kehidupan itu sendiri. Sebuah pertanyaan yang dibenturkan pada sebuah kenyataan: “Segalanya ada untuk suatu tujuan.” Artinya, kehidupan Anda dan saya di dunia ini ada karena suatu tujuan. Bukan asal-asalan atau kebetulan, melainkan sebuah kesengajaan–atau dapat dikatakan–adalah sebuah rencana. Rencana yang telah disiapkan oleh Allah–Sang Pencipta manusia.

Mengapa Tujuan itu Penting?

Tujuan itu ada untuk memastikan sesuatu dapat berjalan atau berfungsi sesuai dengan rencana awalnya. Kehidupan manusia memiliki suatu tujuan yang sudah Allah persiapkan sebelumnya. Dan mengapa tujuan itu penting, adalah karena:
1. Tujuan membuat hidup kita jadi fokus dan terarah, tidak “asal ada”, “asal jadi”, atau “lihat saja nanti…”
2. Tujuan hidup membuat kita semangat
3. Tujuan hidup membuat kita mau berkorban dan berjuang
4. Tujuan hidup membuat hidup kita menjadi “hidup yang sebenarnya”

Lantas, Apa Tujuan Hidup Saya?

Apakah tujuan hidup saya?

Apakah tujuan hidup saya?

Tujuan hidup Anda jauh lebih besar dari pada cita-cita, kebahagiaan, keluarga, atau kesuksesan Anda. Bukan juga pada keinginan orangtua, atasan kita, atau tekanan teman-teman. Memenuhi tujuan hidup juga bukan hanya mencapai kesuksesan atau menggapai cita-cita. Tujuan hidup Anda adalah untuk memenuhi tujuan Allah menciptakan Anda. Allah sudah mempunyai rencana untuk hidup Anda, yang secara bebas dapat Anda pilih atau abaikan.

Tujuan Allah Menciptakan Manusia

Setidaknya ada lima tujuan Allah menciptakan manusia (Anda dan saya). Saya rindu setiap kita dapat merenungkannya sekaligus mulai berpikir apakah saya sudah melakukan tujuan-tujuan ini dalam kehidupan kita.

1. Direncanakan untuk kesenangan Allah
Dengan melakukan segala sesuatu seolah-olah Anda sedang melakukannya bagi Yesus.
Menjadi sahabat karib Allah; “Mendekatlah kepada Allah, maka Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8
Menjadi sahabat Allah adalah sebuah pilihan yang dilengkapi dengan konsekuensi.

2. Dibentuk untuk keluarga Allah
Kita diciptakan untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.
Bergabung dalam persekutuan, kita belajar untuk “saling”, baik itu saling berbagi pengalaman dengan jujur, memberi, berkorban, melayani, dan menghibur.
Kita akan dievaluasi berdasarkan kasih kita; “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

3. Diciptakan untuk menjadi serupa dengan Kristus
“Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kejadian 1:26).
Sebuah proses yang lama untuk menjadi serupa dengan Kristus: dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.
Seluruh hidup kita harus sejalan dengan iman kita kepada Kristus

4. Dibentuk untuk melayani Allah
Kita ditempatkan di bumi ini untuk memberikan sesuatu. Allah ingin memakai kita melakukan perubahan

5. Diciptakan untuk sebuah misi
Membawa berita sukacita Allah dan membagikannya melalui kehidupan kita: pesan keselamatan dan kebaikan Allah bagi dunia ini.
Membagikan kehidupan kita dengan menjadi teladan bagi orang lain.

The purpose of driven life

The purpose of driven life

Sebuah Pilihan

Manusia diciptakan oleh Allah khusus dan istimewa. Kita bukanlah robot yang diciptakan untuk menuruti perintah peenciptanya. Kita mempunyai kehendak bebas. Maka, adalah sebuah pilihan bebas bagi kita untuk menjalani kehidupan ini: untuk memenuhi tujuan hidup “kita” (sesuai dengan rencana Allah), atau memenuhi tujuan hidup sesuai kehendak kita sendiri.

Sumber gambar: quranicgen.com,braziliansummersessions.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.