Browse By

Tuhan yang Terutama

Di dalam hidup ini, sebagai orang percaya kita mesti melakukan segala sesuatu yang diinginkan Tuhan. Yang menjadi tujuan dan fokus kita bukanlah tujuan dan fokus pribadi, melainkan tujuan dan fokus Tuhan. Oleh karena itu kita harus terus melatih diri untuk menjadikan Tuhan yang terutama.

Menjadikan Tuhan yang Terutama

Kita sering sekali terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang kita kerjakan. Terlalu sibuknya sehingga kita jadi sering lupa merenungkan: untuk apa aku melakukan ini? Adakah semuanya ini menyenangkan hati Tuhan? Adakah semua ini bermanfaat bagi sesama? Malah ada beberapa orang yang karena kesibukannya melupakan bahwa Tuhan yang terutama. Tuhan jadi ada di nomor dua atau tiga. Tidak lagi menjadi yang terutama, yang paling penting.

Mari kita belajar dari teladan agung kita, Yesus Kristus. Yesus hidup selama 33 tahun, usia yang amat muda pada zaman itu, bahkan pada zaman sekarang. Namun Yesus berhasil melakukan semua perintah Allah. Yesus menjadikan Tuhan yang terutama.

Bagi Yesus, hidup-Nya adalah suatu pelayanan penebusan bagi banyak orang yang sesuai dengan maksud Allah bagi umat manusia. Jadi, Yesus mengarahkan hidup-Nya bukan kepada diri-Nya sendiri, melainkan kepada Bapa-Nya di Sorga dan kepada orang-orang sekitar-Nya. Yesus sudah menyelesaikan tugas besarnya di dunia ini. Hidupnya bermakna karena Ia melayani Bapa-Nya dan umat manusia. Hidup Yesus bermakna karena Yesus menjadikan Tuhan yang terutama. Kehendak Allah yang Ia jalankan, perintah Allah yang Ia dengarkan, dan rencana Allah yang Ia lakukan.

Ketika kita mulai menempatkan kembali Tuhan sebagai prioritas utama kita, percayalah bahwa kekuatan kuasa-Nya akan bekerja dengan dahsyat. Yang pertama harus selalu kita lakukan adalah selalu menempatkan Tuhan yang terutama, Tuhan dalam posisi penting hidup. Bukan keinginan kita. Bukan juga orang lain, atau apa pun. Selanjutnya dengarkan dan lakukan segala sesuatu yang Tuhan Allah inginkan.

Tuhan yang terutama

Tuhan yang terutama dalam hidup.

Sumber Gambar : pic.twitter.com

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.