Browse By

Perjalanan Natal

Berapakah jarak antara Bandung dengan Jakarta? Jawabannya sekitar 125 kilometer. Jawaban yang persis saya ketahui karena cukup sering saya bepergian antara kedua kota ini. Jarak 125 kilometer dahulu ditempuh hampir 3 jam jika menggunakan kereta api bisnis, dan bisa lebih jika menggunakan kereta api ekonomi. Namun, sejak rampungnya jalan tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang), perjalanan Bandung–Jakarta dapat ditempuh lebih cepat lagi, hanya sekitar 2 jam saja dengan menggunakan mobil. Luar biasa bukan?

Perjalanan Natal

Perjalanan Natal

Perjalanan Natal Pertama

Hal yang sedikit berbeda mungkin akan membuat kita terpana. Tahukah Anda bahwa jarak antara Galilea dan Betlehem juga sekitar 125 kilometer? Perjalanan yang sekarang dapat kita tempuh hanya dengan waktu 2 jam jika menggunakan mobil. Namun, ini jelas berbeda dengan keadaan 2000 tahun yang lalu, di mana tidak ada mobil dan jalan tol yang mempermudah segalanya. Jika Anda harus menempuh perjalanan dengan istri Anda yang sedang hamil tua, seperti yang dilakukan oleh Yusuf, hanya dengan seekor keledai atau kuda, rasanya dibutuhkan waktu hampir seminggu penuh. Perjalanan yang panjang ini pasti menghabiskan banyak tenaga. Mungkin Yusuf dan maria ingin segera beristirahat ketika akhirnya tiba di Betlehem. Namun, apa yang terjadi? Mereka tidak mendapatkan hotel atau rumah penginapan yang bagus, melainkan hanyalah sebuah palungan di dalam kandang binatang. Singkat cerita, di palungan itulah Maria melahirkan “Anaknya yang sulung” (Lukas 2:7).

Perjalanan sejauh 125 kilometer yang dialami oleh Yusuf dan Maria akhirnya berakhir malam itu di Betlehem. Di tengah-tengah kelelahan akibat perjalanan jauh, ada sukacita yang mereka rasakan ketika melihat anak itu [Yesus] lahir. Sukacita yang hingga kini masih kita rasakan. Akan tetapi, perjalanan yang jauh lebih panjang juga dialami oleh Yesus. Dia meninggalkan tempat-Nya di Surga, di mana Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa, datang ke dunia dalam rupa Anak dan kemudian menjadi serupa dengan manusia. Pada akhirnya, Ia menderita dan disiksa, dan mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa dunia. Ia dikuburkan di sebuah kubur pinjaman orang lain. Kita mengira perjalanan Yesus mungkin sudah usai, namun perjalanan itu berlanjut ketika Ia bangkit, menampakkan kembali diri-Nya di antara murid-murid-Nya, lalu kemudia Ia naik ke Surga. Bahkan, semuanya itu juga belum berakhir. Perjalanannya akan usai ketika Ia kembali ke dunia untuk kali kedua menjadi Raja atas segala Raja.

Bulan Desember ini mungkin adalah kesekian kalinya kita merayakan Natal. Renungkanlah perjalanan Natal yang sudah Anda lalui selama Anda hidup, dan juga perjalanan yang sudah ditempuh oleh Yesus bagi kita. Perjalanan yang amat jauh, Ia datang, lahir sebagai manusia, kemudian mati dan dikuburkan, bangkit, dan akan datang kembali. Ia menyediakan keselamatan dan hidup kekal itu bagi kita semua.

sumber gambar : blogspot

Recommended for you

3 thoughts on “Perjalanan Natal”

  1. Franky says:

    Perjalanan yang sulit dan melelahkan apalagi Ibu yang sedang hamil tua, tapi semua itu demi keselamatan dunia ini, bagaimana Dunia tanpa peristiwa Natal ?

    1. Nugroho2014 says:

      Ya mas, kita begitu terpesona dan kagum akan rencana Allah lewat Natal. Tetap terus doakan Natal di seluruh dunia, semoga makin banyak yang terbuka hatinya dan percaya Yesus telah datang untuk menyelamatkan manusia berdosa

    2. Nugroho2014 says:

      Ya mas, kita begitu terpesona dan kagum akan rencana Allah lewat Natal. Tetap terus doakan Natal di seluruh dunia, semoga makin banyak yang terbuka hatinya dan percaya Yesus telah datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Selamat Natal, selamat karena Allah menyelamatkan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published.