Browse By

Menjadi Nomor Satu

Masih dalam suasana Olimpiade London 2012, kita tentu senang dan bergembira bisa melihat kerja keras para atlit di lapangan. Terlepas dari menang atau kalah, berapa jumlah medali yang didapat, saya yakin semua atlit itu sudah melakukan yang terbaik. Mereka memberikan segenap tenaga dan kemampuan mereka untuk menjadi nomor satu, merebut medali emas olimpiade.

Menjadi Nomor Satu

Menjadi nomor satu

Menjadi nomor satu

Berbicara mengenai melakukan yang terbaik, kita pasti mengingat satu tokoh dalam Alkitab. Ya, tokoh itu adalah Yusuf. Yusuf sejak muda telah menunjukkan bahwa dirinya siap melakukan sesuatu dengan maksimal. Yuk teman-teman, mari kita belajar mengenai Yusuf.

Yusuf telah mengajarkan kita bagaimana cara untuk tetap menjadi nomor satu, melakukan sesuatu dengan maksimal, meskipun hal itu tidak sesuai dengan harapan dirinya. Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya (Kejadian 39:2). Penyertaan Tuhan berlangsung di dalam seluruh pekerjaan Yusuf, mulai dari saat ia menjadi budak Potifar, kemudian orang kepercayaannya, lalu saat Yusuf masuk penjara kemudian dia juga menjadi orang kepercayaan kepala penjara, hingga ketika dia menjadi perdana menteri di Mesir. Yusuf selalu berhasil, karena ia mau hidup dekat dengan Tuhan dan seturut dengan kehendak-Nya. Saya yakin, Yusuf mungkin tidak senang dengan pekerjaannya, ia pasti berharap untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik. Namun, Yusuf tidak protes kepada Tuhan, ia tidak bersungut-sungut akan perlakuan yang dia alami. Sungguh sebuah contoh yang amat baik.Jadi, kalau sekarang kita berada di dalam posisi Yusuf (tentu bukan posisi Yusuf sebagai perdana menteri!), sebagai orang kecil, tidak punya banyak pengaruh, atau orang yang biasa-biasa saja, kita harus mau menjadi seperti Yusuf. Yusuf tidak mengeluh atau bersungut-sungut kepada Tuhan, namun sebaliknya, ia mau menjadi yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Dan apa yang terjadi? Yusuf berhasil, ia berhasil bukan hanya karena usahanya, tetapi juga karena Allah turut serta dalam setiap lini kehidupannya.

Saya katakan sekarang, kalau sekarang kita hidup sebagai mahasiswa, jangan menjadi mahasiswa yang biasa. Kita harus menjadi mahasiswa luar biasa, yang berhasil, yang mau berusaha keras dan mau hidup dekat dengan Tuhan. Kalau sekarang kita menjadi seorang pegawai, berusahalah menjadi terbaik, dengan usaha dan campur tangan Tuhan. Kalau sekarang kita menjadi orangtua, jangan jadi orangtua biasa. Jadi orangtua luar biasa bagi anak kita, jadi orangtua yang memuliakan Tuhan melalui setiap tindakan kita. Di luar itu, masih banyak pekerjaan yang tidak mungkin saya jabarkan satu-persatu. Namun satu yang harus kita pegang teguh, kita harus mampu menjadi nomor satu, yang terbaik, dengan usaha dan penyertaan Tuhan, meskipun di dalam keadaan yang tidak kita harapkan.

Keadaan hidup kadang membuat kita menjadi jauh dari Tuhan, kita berbuat apa adanya, tokh ini tidak sesuai harapan kita. Ini sangat jauh dari harapan Yusuf saat itu. Tetapi apa nyatanya? Tuhan membuat hidup Yusuf begitu besarnya, hingga menjadi pemimpin di negeri orang dan menyelamatkan bangsanya. Dan saya yakin, Tuhan akan melakukan hal serupa dalam kehidupan kita, asalkan kita mau menjadi yang terbaik, yang berhasil atas penyertaan Tuhan dan usaha keras. Amin. Menjadi nomor satu!

Sumber gambar : BlogSpot

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.