Browse By

Mengikut dan Mengenal Tuhan

Di jaman sekarang banyak orang yang sudah mengetahui Yesus. Orang-orang Jepang yang tidak mempedulikan agama sekalipun mengetahui siapa Yesus. Mereka juga tahu kalau Yesus itu lahir dan kemudian mengalami penyaliban. Tapi sayangnya pengetahuan mereka hanya sampai di situ saja. Mereka tidak “kenal” Yesus. Mereka tidak mempunyai pengalaman dan perjumpaan pribadi dengan Yesus.

Mengikut dan Mengenal Tuhan

Mengikut dan Mengenal Tuhan

Para murid Yesus sebelumnya juga hanya “tahu” Yesus. Mereka tahu bahwa Yesus bukanlah orang biasa namun seorang Rabi/ Guru yang bertalenta dan berkarisma. Mereka tidak kenal siapa Yesus. Tapi Yesus kemudian memanggil mereka dan menjadikannya murid. Para murid pergi mengiringi kemana pun Yesus pergi. Dan walaupun dalam tempo yang singkat, sekitar 3,5 tahun para murid semakin mengenal Yesus.

Para murid menyaksikan Yesus yang mengadakan mujizat di pantai Danau Genesaret. Saat Yesus membuat Petrus dan murid-murid pertama kagum dan heran karena banyaknya ikan (Lukas 5:1-11). Yesus kemudian menyembuhkan orang-orang sakit, membangkitkan orang yang mati, mengusir setan dari orang yang kerasukan, melakukan mujizat memberi makan 5000 orang, dan banyak mujizat lain. Melalui pengalaman rohani bersama Yesus inilah, para murid semakin mengenal Pribadi Yesus. Yesus, Pribadi yang berkuasa atas manusia, Tuhan yang berkuasa atas roh-roh jahat, Tuhan yang berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya. Para murid kagum dan terpesona akan kewibawaan dan karisma Tuhan Yesus. Mereka akhirnya mengakui bahwa Yesuslah Allah itu sendiri. Yesuslah Mesias, Allah yang menyelamatkan.

Mengikut dan Mengenal Tuhan

Mengikut dan Mengenal Tuhan

Pengalaman perjumpaan pribadi dengan Yesus akan menjadi titik tolak perubahan dalam kehidupan seseorang. Seorang yang bertemu dengan Tuhan Yesus tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. Dia pasti akan diubahkan menjadi baru. Jadi marilah mengikut dan mengenal Tuhan.

sumber gambar : rejesus, kzlam36

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.