Browse By

70 Tahun Bom Atom Hiroshima

Sebuah kejutan besar, karena Allah sendiri yang menginginkan umatnya agar tidak saling menyerang dan berkelahi. Perang tidak akan pernah menyelesaikan masalah, menang jadi arang kalah jadi abu. Jagalah perdamaian, di manapun, kapanpun, dan dengan alasan apapun.Hari ini, 6 Agustus 2015, adalah peringatan 70 tahun bom atom Hiroshima. Tepat 70 tahun lalu, sekitar pukul 08.15, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima dan menewaskan 140.000 orang langsung saat kejadian.

Setelah senjata bom atom itu meledak, api dan awan berbentuk jamur raksasa terbentuk dan menewaskan hampir 90 persen kota Hiroshima. Saat itu–Little Boy–bom atom berinti uranium–meninggalkan lambung pesawat Enola Gay, pesawat pengebom B-29 milik Amerika Serikat. Ledakan inti bom ini memicu reaksi nuklir berantai yang menghasilkan bola api raksasa dan ledakan dahsyat yang setara dengan 16 kiloton TNT. Bola api raksasa itu kemudian menghasilkan gelombang panas yang mencapai suhu 4000 derajat yang mampu melelehkan baja. Suhu yang membuat sebagian besar bangunan kota runtuh, membuat puing-puingnya menjadi senjata mematikan berikutnya bagi para penduduk Kini, Hiroshima telah bangkit kembali. Bangunan-bangunan yang hancur telah dibangun dan peradaban di kota Hiroshima juga sudah bangkit kembali. Sebuah bangunan berkubah menjadi saksi sejarah bom atom yang pernah meluluhlantakkan kota sekaligus menjadi simbol perdamaian dan seruan bagi dunia bebas nuklir.

Dampak buruk dari bom atom ini terus berlanjut hingga kini, banyak penduduk yang terkena radiasi. Aneka penyakit, seperti kanker, kelahiran prematur, cacat, dan kematian mendadak mengintai para penduduk Hiroshima. Akibat dari perang nyatanya sungguh merusak. Kerugian nyawa, materi, dan musnahnya peradaban menjadi bukti sahih bahwa perang begitu merugikan manusia.

Banyaknya korban yang jatuh dalam serangan Hiroshima dan Nagasaki selang tiga hari kemudian membuat Kaisar Jepang Hirohito mengumumkan menyerah kepada sekutu sembilan hari kemudian, yaitu pada 15 Agustus 1945. Penyerahan Jepang menandai berakhirnya perang di kawasan Asia Pasifik, sekaligus menjadi awal akhir perang dunia kedua. Kita bersyukur, bahwa hingga kini, perang di dunia sepertinya tidak akan berulang. Perdamaian di dunia memang harus kita jaga bersama sebagai sesama umat manusia.

Pelajaran dari 70 Tahun Bom Atom Hiroshima

70 Tahun Bom Atom Hiroshima

70 Tahun Bom Atom Hiroshima

Hari ini Jepang dan perwakilan beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, dan Inggris kembali berkumpul. Mereka memperingati jatuhnya bom atom di Kota Hiroshima. Kini, Hiroshima telah bangkit kembali. Bangunan-bangunan yang hancur telah dibangun dan peradaban di kota Hiroshima juga sudah bangkit kembali. Sebuah bangunan berkubah menjadi saksi sejarah bom atom yang pernah meluluhlantakkan kota sekaligus menjadi simbol perdamaian dan seruan bagi dunia bebas nuklir.

Apa pendapat Allah mengenai perang? Itu yang menjadi pertanyaan di dalam diri saya saat membaca artikel mengenai peringatan bom atom Hiroshima di koran sore ini.

Allah tidak menginginkan terjadinya perang. Munculnya keserakahan dan kebencian adalah sebagai akibat dari dosa yang dipilih oleh manusia. Allah bukannya tidak mampu untuk mencegah terjadinya perang, kekerasan, atau kebencian. Ia sanggup. Namun, manusia memiliki kehendak bebas yang memberikan manusia kemampuan untuk melakukan hal-hal yang tidak Tuhan kehendaki. Itulah perang. Itulah kebencian dan kesengsaraan.

Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Mikha 4:3

Sebuah kejutan besar, karena Allah sendiri yang menginginkan umatnya agar tidak saling menyerang dan berkelahi. Perang tidak akan pernah menyelesaikan masalah, menang jadi arang kalah jadi abu. Jagalah perdamaian, di manapun, kapanpun, dan dengan alasan apapun.

Tulisan di atas dipahat di prasasti Markas Besar PBB di New York. Sebuah lembaga yang didirikan untuk mencegah terjadinya perang dunia lagi. Lembaga yang diharapkan dapat menjadi sarana bagi seluruh umat manusia dapat saling menghargai dan menghormati. Hidup sebagaimana mestinya sebagai sesama manusia.

Sumber gambar : http://www.tripadvisor.com/

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.