Browse By

Otsukaresama Desu

Bulan September 2015. Tepat hari ini 30 September 5 tahun yang lalu, saya meninggalkan Indonesia untuk menempuh pendidikan di Jepang. Lima tahun rasanya berlalu begitu cepat. Di hari Minggu yang lalu, seorang Kakak juga pamitan hendak pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan program pendidikan S2 dan S3-nya di Jepang. Beberapa hari dalam minggu-minggu ini Wall Facebook saya juga kebanyakan dipenuhi oleh foto teman-teman yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Jepang dan hendak pulang ke Indonesia.

Otsukaresama Desu

Otsukaresama Desu

Di universitas saya yang sekarang, kemarin lusa hari Senin ini juga diadakan upacara kelulusan dan berakhirnya program pendidikan. Ada beberapa kenalan orang Indonesia juga yang telah menyelesaikan pendidikan master dan doktornya dan ijin pamit kembali ke Indonesia. Ada juga yang pamit setelah menyelesaikan program pertukaran pelajar yang berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Sungguh bahagia rasanya melepas kepergian teman atau kenalan. Bahagia karena mereka bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan bisa berjuang hidup dan belajar di negeri asing (dalam hal ini Jepang). Tapi juga sedih karena harus kehilangan orang yang dikasihi.

Kali ini saya ingin mengungkap sedikit mengenai apa yang saya dapatkan dari komentar-komentar di Facebook mengenai kelulusan mereka. Ada yang memberi komentar secara langsung, lewat foto, ada juga yang memberikan video letter karena sedang berada di luar negeri. Kebanyakan dari mereka mengucapkan, “Otsukaresama desu” yang artinya selamat sudah berjuang/ selamat sudah selesai pekerjaannya. Baru yang kedua “Sotsugyo omedetou gozaimasu” yang artinya selamat sudah lulus/ wisuda.

Otsukaresama Desu

Saya ingin khusus membahas mengenai ucapan selamat yang pertama “Otsukaresama desu“. Suatu ucapan yang rasa-rasanya tidak ada padanannya di Indonesia. Ucapan ini sebetulnya tidak hanya diberikan saat kelulusan saja, namun bisa juga diucapkan setiap hari. Ketika di kantor seorang teman menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pulang duluan, dia mengucapkan “Otsukaresama desu” sambil pamitan. Di sini ucapan ini berarti selamat berjuang bagi teman yang masih tinggal bekerja. Di kalangan edukasional, misalnya saat selesai presentasi hasil penelitian, Sensei pembimbing juga sering mengucapkan “Otsukaresama desu”. Di sini berarti selamat sudah selesai presentasinya. Dengan kata lain, “Otsukaresama desu” memiliki arti berterima kasih karena sudah berusaha atau berjuang sampai akhir. Atau juga terimakasih karena masih tetap berjuang bersama dengan saya. Bisa juga berarti terimakasih karena tidak menyerah di tengah-tengah.

Di sinilah saya menyadari pentingnya “mengakhiri” sesuatu. Kita pasti bangga ketika berhasil memulai sesuatu. Kita bangga ketika diterima di sekolah favorit, kita bangga ketika lulus ujian masuk universitas yang diidamkan. Namun, tidak cukup sampai di situ. Sama seperti kalau kita sudah memulainya dengan baik, kita harus mengakhirinya dengan baik. Dan biasanya mengakhiri dengan baik itu susahnya setengah mati…

Memulai dengan baik itu mudah. Tapi mengakhiri dengan baik tidaklah gampang. Satu langkah, satu langkah, tiap langkah mesti hati-hati dan direncanakan agar tidak melenceng. Kalaupun melenceng harus segera diperbaiki dan dikoreksi, dikembalikan ke jalan semula. Tidak boleh ada yang menyasar. Tanpa putus asa tiap langkah harus ditujukan ke satu tujuan akhir itu.

Sungguh amat sayang ketika satu langkah dibiarkan hingga jalan menyasar jauh dari tujuan akhir. Sungguh sayang ketika tinggal satu langkah lagi, namun akhirnya menyerah. Sayang jika langkah terhenti karena kelalaian atau terpengaruh yang lain.

Memulai dengan baik itu penting. Namun jauh lebih penting mengakhirinya juga dengan baik. Di saat itulah kita benar-benar memahami makna “Otsukaresama desu”.

Sumber gambar: www.punipunijapan.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.