Browse By

Momiji di Jepang–Part 1

Momiji di Jepang

Segala sesuatu indah pada waktunya. Itulah satu kalimat yang terpikirkan dalam benak saya saat melihat indahnya momiji (saat bilamana daun pohon tertentu berubah menjadi merah). Karena baru pertama kali melihat kejadian ini, di Jepang saya sangat terkesan. Betapa baiknya semua yang Tuhan Allah ciptakan, bahkan sampai hal-hal detil sekalipun, Tuhan Allah campur tangan.

Kembali ke peristiwa momiji, di Indonesia ini mustahil, karena Indonesia hanya memiliki dua musim saja, dan suhunya hangat sepanjang tahun. Berbeda dengan jepang yang memiliki empat musim dan iklim subtropis, dan suhunya bisa berubah-ubah sepanjang tahun. Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai peristiwa itu. Karena suhu yang mulai turun, daya iritabilita tumbuhan bekerja. Untuk tetap dapat bertahan hidup, pohon harus tetap panas. Karena  langsung berhubungan dengan udara dingin, semakin banyak daun, akan semakin cepat pohon kehilangan panas. Untuk mempertahankan panas itulah pohon menggugurkan daunnya. Peristiwa ini didahului oleh reaksi kimia yang terjadi di batang daun, sehingga warnanya berubah. Tapi bukannya menjadi jelek, malahan semakin indah dipandang. Bahkan hari-hari terakhir musim gugur ini, orang berlomba-lomba pergi ke lembah gunung untuk dapat menyaksikan peristiwa ini.

Di halaman asrama dan sepanjang jalan ke kelas, peristiwa momiji pun terjadi. Dari jendela kamar satu pohon ini dapat saya lihat. Pada awal datang ke Jepang, akhir bulan September, daunnya masih berwarna hijau. Namun kini, daun-daun berubah menjadi merah dan akhirnya berguguran. Sungguh indah! Baca juga: Serunya liburan ke Jepang di musim gugur.

Semua yang Tuhan Allah ciptakan pasti indah! Itu sudah tertulis dalam Alkitab, dari kitab Kejadian sampai Wahyu. Kalau Anda membacanya, pasti semua janji yang Tuhan sampaikan dan semua yang Tuhan Allah jadikan itu indah, tidak terkecuali. Pertanyaannya: Maukah Anda dibentuk oleh Allah? Serahkanlah hidup pada Allah dan lihatlah apa yang akan terjadi!

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.