Browse By

Menuju ke Stasiun Taku Tempat Kerja Praktek

Catatan Harian Kerja Praktek di Jepang Bagian 10

Setelah 63 menit kereta terus berjalan ke arah barat, akhirnya kereta sampai juga di Stasiun Karatsu, yang ada di Prefektur Saga. Meskipun sudah di Saga, namun  perjalanan ke Stasiun Taku masih jauh. Tanpa perlu keluar dari stasiun, saya hanya berganti peron dan pindah ke kereta menuju Stasiun Taku. Keretanya bewarna kuning cerah. Dan ada satu hal lagi yang mengagetkan saya, kereta ini tidak menggunakan listrik seperti kereta di Jepang pada umumnya. Kereta ini kereta diesel. Saya bisa melihat kepulan asap yang keluar dari bagian depan kereta dan juga bunyi mesin yang sedikit berisik dari biasanya.

karatsu station saga
Foto Stasiun Karatsu (sumber: wikipedia.org)
karatsu station saga
Papan petunjuk di Stasiun Karatsu.

Dari Stasiun Karatsu, kereta bergerak menuju ke arah tenggara. Waktu itu sudah jam 16:23. Sudah sore sih, namun karena musim panas, keadaan masih terang benderang seperti masih jam 2 siang. Kereta kuning dua gerbong ini berjalan lebih lambat daripada kereta listrik. Relnya pun sedikit tidak rata, sehingga ada guncangan-guncangan dalam perjalanan. Waktu itu di gerbong dua tidak ada penumpang sama sekali. Saya sedikit cemas pada awalnya, tapi setelah mengecek kembali di iphone, saya lega karena menuju ke arah yang benar.

Pemandangan kini berubah lagi. Di sebelah kiri ada gunung-gunung tinggi, sebelah kanan sawah membentang luas. Saya kembali mengambil beberapa foto sebagai kenangan. Rupanya Taku itu ada di tengah-tengah Prefektur Saga dan dikelilingi gunung dan bukit berbaris. Makanya kereta mesti berputar jauh dari utara, guna menghindari gunung yang tinggi itu. Dalam perjalanan saya juga menemukan banyak mujin eki (eki tanpa petugas). Sesuatu hal yang sangat jarang ada di Tokyo.

Pukul 17.00 saya tiba di Stasiun Taku setelah 37 menit berjalan membelah gunung-gunung. Di Taku, hanya saya penumpang yang turun. Saya periksa kembali barang-barang dan turun dari kereta, menuju pintu keluar stasiun. Ternyata di pintu keluar tidak ada mesin pemindai kartu otomatis. Saya pun jadi kelabakan dan bingung. Untung saja petugas stasiun baik dan membantu saya. Dia memberikan secarik kertas untuk nanti diberikan sebagai ongkos ganti bila pergi ke stasiun besar.

Matahari masih bersinar terang saat saya keluar dari stasiun Taku. Tidak ada orang sama sekali, mobil-mobil pun jarang. Serasa dunia lain bagi saya. Saya panggul tas punggung dan menarik koper menuju ke Taku City Hotel Matsuya.

foto stasiun Taku
Foto bagian depan gerbong kereta diesel yang saya naiki di stasiun Taku.
foto stasiun taku
Foto Stasiun Taku dari parkiran mobil.
foto stasiun taku
Foto tempat penjualan tiket dan informasi di Stasiun Taku

Berikut adalah informasi kereta yang saya naiki:

14:56-15:10 地下鉄福岡地下鉄空港線(西唐津行) 7.3km
(1分) 姪浜 ≪直通≫
15:11-16:14 JR筑肥線(西唐津行) 1,430円 42.6km
(9分) 唐津
16:23-17:00 JR唐津線(佐賀行) 25.1km
Total ongkosnya 1430 Yen dan perjalanan menempuh jarak 75 kilometer.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.