Browse By

Keadaan Tokyo Disney Land saat Gempa Bumi Menyerang (Bahasa Indonesia)

Kemarin, 30 Desember 2011, ada acara untuk mengenang kembali “100 orang yang bersinar di tahun ini”.  Salah satu yang mungkin terlupa adalah para cast (orang yang bekerja di Tokyo Disneyland). Mereka bersinar menjadi pahlawan untuk para pengunjung yang ketakutan, kedinginan, dan kelaparan. Berikut adalah terjemahan bahasa Jepang, dari post sebelumnya, mengenai keadaan Tokyo Disneyland, sesaat setelah gempa bumi besar menyerang.

Tokyo Disneyland

Tokyo Disneyland

Tanggal 11 Maret Pukul 14:46 Terjadi gempa dengan pusat gempa di lepas Pantai Sanriku. Sejak saat itu, sekarang sudah 1 minggu. Saya menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada para korban dan keluarga. Kemudian, saya berdoa agar semua dapat pulih secepatnya. Saya lihat barang-barang sudah sampai dari sejak pagi hari, dan saya berharap agar seorang-seorang mendapatkannya.

Saya masih ingat betul kejadian yang terjadi saat gempa bumi besar di Tohuku…

Hari itu kebetulan sekali sekolah libur, kemudian bersama dengan teman saya pergi ke Tokyo Disneyland. Dari pagi saya sudah bangun, sangat gembira ingin pergi ke sana setelah 2 tahun. Saya dengan gembira bercerita gembira mengenai apa yang akan saya lakukan, apa yang mau dinaiki, dan lainnya.

Singkat kata, kami sudah sampai Disneyland, dan bersama anak-anak, saya menaiki permainan-permainan yang mengasikkan. Saat itu, pas sekali saat teman sedang mengambil tiket naik, saya dengan anak-anak sedang berada di toko untuk berbelanja.

Tiba-tiba badan saya bergoyang. Apa saya mau pingsan? Tidak, ini gempa bumi. Saya suruh anak-anak keluar dari gedung dan menunduk di jalan. Saya telepon teman saya sedang sedang pergi, jaringan telepon sudah tidak tersambung. Tapi datang pesan, untuk kembali ke toko yang tadi. Saya kembali dan untungnya saya bertemu dengan teman saya itu, saya lambaikan tangan dan memanggilnya.

Tapi, apa yang sedang terjadi, atau bagaimana selanjutnya, saya sama sekali tidak tahu.
Sebentar kemudian ada pengumuman dalam taman, “Baru saja, gempa bumi menyerang, dalam skala 5 kuat (dalam skala1-7).  Tidak berpotensi tsunami.” Sesaat gempanya sudah mulai reda, namun gempa susulan masih terjadi, dan akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk tetap ada di luar gedung.

Lalu saya melihat para pekerja (cast) dan bertanya kepadanya: “Selanjutnya bagaimana?” Tapi cast menjawab, “Yang seperti ini saya baru pertama, saya seorang pekerja lepas (arubaito), saya pun tidak tahu.” Sesaat kemudian cast yang lain keluar dari toko boneka, dan dengan boneka teddy bear yang besar dia menunjukkan cara melindungi kepala dengan boneka itu. Semua boneka yang ada dalam toko dikeluarkan dan diberikan kepada ibu hamil dan anak-anak.

Ada antrian yang sangat panjang di toilet. Kertas toilet tetap ada, dan air pun tetap mengalir. Seiring dengan bergulirnya waktu, hari mulai gelap, udara pun menjadi dingin, hujan rintik-rintik pun turun. Langsung saya para cast bertindak. Dengan plastik kresek, kue kaleng dibagikan kepada para pengunjung. Kemudian mereka juga membagi-bagikan paying, untuk berlindung dari hujan. Saya sangat tertolong berkat tanggapan yang cepat itu. Tapi, saya sangat cemas karena telepon genggam tidak tersambung, saya tidak tahu informasi.

Saya kemudian ke telepon umum dalam taman, tapi tidak tersambung juga. Akhirnya pada tengah malam saya baru mengetahui keadaan rumah. Karena rumah mengalami mati listrik, sehingga telepon rumah pun tidak bisa dipakai.

Setelah berada cukup lama di luar gedung dan udara mulai dingin, para cast akhirnya menyuruh para pengunjung untuk masuk ke dalam toko-toko terdekat, setelah mengecek bagian dalam bangunan dengan seksama. Saya dan teman bisa masuk dan beristirahat di restoran “Bajak Laut Karibia”. Meja-meja dipinggirkan, dan semua kursi dikeluarkan. Walaupun banyak sekali orang, namun semuanya dapat duduk. Setelah itu, para cast membagikan kue-kue dan popcorn dengan cuma- cuma. Beberapa saat kemudian, cast juga membagi nasi bungkus. Saya lihat anak-anak, mereka semua tertidur kelelahan di kursi. Syukur, kami bisa masuk dalam bangunan sehingga tidak terlalu dingin.

Beberapa jam kemudian, saya agak lupa, tiba-tiba seorang perempuan di belakang saya terjatuh dari kursinya, pingsan. Langsung saya orang disebelahnya, yang kelihatan seperti perawat, melihat keadaan bola matanya, mengecek suhu tubuh, dan memberi pertolongan pertama. Tidak begitu lama, perempuan itu bisa pulih kembali. Untuk jaga-jaga, dia diantarkan ke ruangan dokter, dan di pagi selanjutnya dia sudah menjadi sehat kembali.

Pagi hari jam 4, para cast membagi roti dan sup hangat. Saya yakin sekali mereka tidak tidur semalaman mempersiapkan makanan pagi ini. Setelah menyantapnya, saya menjadi lebih segar. Saya keluar menghirup udara pagi, dan melihat birunya langit. Sungguh indah. Saya kembali masuk dalam restoran, membangunkan anak-anak, untuk mengajak jalan-jalan dalam taman. Dalam perjalanan, ada toko yang membagikan minuman gratis, dan kami bisa mendapatkan minuman segar di pagi hari.

Para cast bertindak sangat cepat, membagikan makanan dan minuman, kemudian segala mengumpulkan sampah-sampah. Walau tidak bisa kembali ke rumah, tapi sangat tertolong dengan cepat tanggapnya para cast di Disneyland.

Tapi, saya betul-betul tidak tahu informasi, bagaimana keadaan sekarang, apa yang telah terjadi. Saya membawa telepon genggam, tapi baterainya habis karena kemarin melihat berita lewat televisi. Saya akhirnya meminjam charge kepada orang di depan saya, dan saya bisa mengisi baterai telepon genggam. Saya sangat senang sekali ada orang yang senang hati meminjamkan charge kepada saya, orang asing yang tidak dikenalnya.

Akhirnya sekitar pukul 9, saya keluar dari restoran untuk pulang ke rumah. Saya pergi ke tempat parkir, dan melihat ada retakan-retakan, air dalam tanah pun keluar karena daratan turun beberapa centimeneter.

Dalam mobil, saya menyalakan televisi dan sangat terkejut menonton berita. Saya pulang tanpa melewati jalan tol dan akhirnya tiba di rumah.

Saya sungguh berterimakasih dengan tanggapnya para pekerja (cast) di Tokyo Disneyland kepada para pengunjungnya. Satu pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup.

“Apa yang bisa saya berikan? Apa yang dapat saya lakukan?”, orang-orang yang bertindak seperti itu mulai banyak bermunculan. Tapi di lain pihak, ada juga yang mengirimkan pesan-pesan yang jelek. Saya kecewa dengan yang satu ini.

sumber gambar : blogspot

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.