Browse By

Hari Terakhir di Kampus

Di lab, saya langsung kembali mengerjakan tugas akhir, sambil mengambil beberapa foto dan print screen dari program HEW (program yang dipakai untuk memasukkan data komputer ke unit micro computer). Saya pun memeriksa naskah skripsi akhir yang ada di atas meja yang telah diperiksa oleh Sensei. Hanya ada 5 halaman yang perlu diperbaiki karena salah dalam tata bahasa Jepangnya.

Selesai memeriksa dan mencetak naskah skripsi saya pun memasukkannya ke dalam map besar berisi kumpulan skripsi mahasiswa lab. Rupanya dari 8 orang yang ada, hanya tinggal saya dan Hirata yang belum mengumpulkannya. Saya pun memasukkan naskah itu ke dalam map sesuai urutan, dan turut pula menyertakan cd berisi data-data penelitian dan naskah skripsi yang dibuat. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore sewaktu saya menyelesaikan naskah skripsi itu.

Saat saya selesai memasukkan cetakan naskah tugas akhir ke dalam map dan memberi nama dengan Tepra, Sensei pas masuk ke dalam lab. Sensei meletakkan beberapa snack belanjaan di atas meja, dan menyuruh saya untuk istirahat sebentar sambil menikmati kue-kue kecil yang Sensei beli. Mungkin karena lapar sudah hampir sore hari, saya pun tidak bisa menahan diri untuk makan kue itu. Ada beberapa kue lapis, pancake, dan senbei (kerupuk Jepang) beraneka ragam yang dibeli oleh Sensei. Saya pun kemudian membuat teh terakhir di lab sebegai teman kala menyantap kue-kue itu. Sekitar 10 menit selesai istirahat, saya pun melanjutkan kegiatan memeriksa teks buku manual.

Membereskan Barang-Barang

Bab 3 hingga Bab 5 saya kembali periksa, dan menambahkan gambar-gambar petunjuk yang diperlukan. Alur dan susunan buku manual, daftar isi, dan daftar pustaka juga saya buat untuk memudahkan penggunaan buku. Judul, ukuran dan jenis font, daftar caption gambar, dan nomor-nomor gambar juga saya periksa sekali lagi. Sekitar pukul setengah 7, seluruh dokumen dalam Microsoft Word selesai saya buat dan periksa untuk kemudian dicetak. Hasil cetakan bewarna buku manual itu saya deretkan di meja lab yang kosong malam itu. Lembar per lembar saya periksa satu kali lagi. Setelah itu, saya pun menyusun buku manual dalam satu map terpisah. Saya urutkan dari belakang yakni daftar pustaka, bab 5 hingga bab 1, juga dengan daftar isi dan sampul di bagian depan. Saya pun memberi nama dan judul map itu dengan nama saya sendiri.

Jam telah menunjukkan pukul setengah 7 saat saya selesai dengan naskah skripsi dan buku manual. Sensei belum kembali ke lab karena masih membereskan dan menyiapkan alat penelitian untuk praktek di hari Senin. Saya kemudian mengkopi data-data di komputer ke dalam laptop yang dibawa, lalu menghapus semua data yang tersisa. Akun “Nugroho Christian” pun akhirnya saya hapus, menandai berakhirnya tugas saya di lab kampus ini. Saya kemudian membereskan map-map berisi hasil penelitian dan dokumen penunjang dan merapikannya. Motor DC dan brushless DC Motor, begitu juga osiloskop, dan sumber daya arus DC juga saya kembalikan ke ruangan penelitian. Disitulah saya bertemu dengan Sensei dan mengatakan telah menyelesaikan tugas skripsi dan pembuatan buku manual.

Kembali ke Lab, saya pun merapikan laptop dan 4 map berisi hasil penelitian untuk dibawa pulang. Saya harus segera pulang karena perut saya sudah keroncongan, bekerja terus dari siang hingga malam. Sensei yang kembali dari ruang penelitian sempat mengecek sebentar tugas skripsi dan buku manual yang saya buat, dan berkata, “Gokurosama” (terimakasih atas usahanya). Sensei kemudian memberikan juga plastik karena saya kesulitan membawa 4 map tebal berisi hasil penelitian. Tepat pukul 19.30 saya kemudian ijin pamit kepada Hirahara Sensei. Sambil mengucapkan terimakasih atas bimbingannya selama 1 tahun, saya pun pamit pulang terlebih dahulu. Saat itu Sensei pun mengucapkan terimakasih dan berpesan untuk berjuang di Chiba dan melanjutkan S2-nya. Saya masih sempat melihat Sensei mematikan komputernya saat menutup pintu lab di malam sunyi itu.

Kisah Hari Terakhir di Kampus

Hari terakhir di Lab

Foto suasana Hari terakhir di Lab

Ada perasaan sedih juga ketika mesti meninggalkan lab yang menjadi pusat aktivitas selama satu tahun ini. Lab tempat saya mengerjakan penelitian, tempat bercanda dan bertukar pikiran dengan teman, tempat melakukan seminar dan presentasi hasil penelitian, tempat bertanya dan mengerjakan soal-soal ujian masuk S2. Di lab inilah saya belajar sekaligus diajar untuk dapat berpikir logis dan reaktif. Langkah-langkah terakhir menuju pintu keluar gedung nomor 4 di malam yang sunyi itu.

Hanya ada lampu taman yang menyala di malam gelap itu. Hampir seluruh ruangan di kampus telah dimatikan, begitu juga dengan perpustakaan yang telah tutup jam 19.00. Sambil melangkahkan kaki ke gerbang kampus, saya mengenang inilah terakhir kalinya saya pulang dari kampus. Empat setengah tahun sudah saya pergi ke kampus menimba ilmu. Mulai dari 6 bulan pembelajaran bahasa Jepang, lalu 2 tahun di kampus di Hashimoto Kanagawa, dan kemudian 2 tahun di kampus di Tokyo Barat. Sungguh hanya karena berkat dan penyertaan Tuhan saja, saya dapat bertahan hingga sampai saat ini.

Ada perasaan kagum atas kebaikan Tuhan yang begitu nyata saya rasakan. Namun, di saat yang sama, perasaan sedih juga mengemuka. Sedih karena malam itu adalah hari terakhir saya pergi ke kampus, karena seminggu ke depan hingga wisuda saya akan menemani Papa, Mama, dan Abang sehingga tidak bisa pergi ke kampus lagi. Sambil melangkahkan kaki menuju stasiun Ogawa dekat kampus saya memegang erat 4 map tebal kuat-kuat. Belum lama berjalan, Sensei mengucapkan selamat tinggal dan melambaikan tangan dari dalam mobilnya. Saya pun menundukkan badan menyampaikan hormat.

Tiba di stasiun Ogawa, saya naik kereta Seibu Shinjuku menuju stasiun Higashi Fushimi setelah hampir 10 menit menunggu. Di hari itu jugalah saya pertama kali pergi ke kampus di hari Sabtu, sekaligus juga kali terakhir. Karena sudah agak malam, perjalanan langsung kereta sudah tidak ada lagi. Saya pun harus berganti kereta dua kali di Stasiun Kodaira dan Stasiun Tanashi, untuk dapat tiba di Stasiun Higashi Fushimi. Saya pun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju ke asrama.

Bertemu dengan Shakirin

Di jalan dekat asrama (dekat tempat penampungan sampah sementara) saya tidak sengaja bertemu dengan Shakirin, teman mahasiswa asing dari Malaysia. Waktu itu kira-kira pukul 20.25. Dia membawa tas agak besar berisi jaket dan syal untuk orangtuanya yang bakal datang malam ini dari Malaysia. Orangtuanya telah pergi dari Kuala Lumpur di pagi hari, dan akan tiba di Haneda Airport malam harinya. Jadi dia pas tengah sedang ingin menuju ke Haneda Airport. Saya sempat mengatakan juga bahwa orangtua akan datang hari Senin pagi. Shakirin juga sempat bercerita dia akan mengajak orangtuanya ke Karuizawa dan Niigata, untuk melihat salju dan bermain ski. Saya bercerita juga bahwa hari ini terakhir kalinya pergi ke kampus dan menyelesaikan semua tugas yang ada. Sekitar 5 menit berbicara, kami pun berpisah. Shakirin menuju ke arah stasiun, sedangkan saya pulang ke kamar asrama.

Sampai di kamar, saya langsung menghangatkan makanan yang dibeli di minimarket sebelumnya dan langsung makan malam. Sempat menonton televisi sebentar, saya langsung berdoa malam dan tidur, sebab esok harinya mesti ke gereja pagi-pagi.

Inilah kisah di hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015. Kisah tentang hari terakhir saya pergi ke kampus. Hari terakhir saya mengunjungi tempat menuntut ilmu selama 4 tahun di Jepang. Seluruh kenangan mungkin tidak dapat saya tuliskan seluruhnya dalam artikel ini. Ada pula hal-hal yang terlupakan tentunya. Namun, semoga dengan adanya artikel ini saya bisa kembali mengulang ingatan manis selama di Jepang. Menempuh pendidikan S1 di Jepang di kampus tercinta.

Website Kampus: http://www.uitec.ac.jp/

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.