Browse By

Hambatan Listrik

Saya berkuliah di Teknik Elektro atau kelistrikan. Dalam sebuah percobaan, saya disuruh untuk membuktikan Hukum Ohm, serta hubungan antara tegangan listrik, arus listrik, dan hambatan listrik. Berikut saya akan coba menjelaskan hubungan antar ketiganya.

Hambatan Listrik dengan Hukum Ohm

Hambatan listrik resistor

Hambatan listrik resistor

Anda semua pasti pernah mendengar mengenai hukum Ohm. Hukum Ohm adalah hukum dasar di bidang kelistrikan yang sangat terkenal dan sangat penting. Hukum ini menggambarkan hubungan antara arus listrik (current) dengan tegangan listrik (voltage). Kalau digambarkan dalam grafik XY, sumbu X adalah tegangan listrik dan sumbu Y adalah arus listrik. Pada awalnya, bila kita menaikkan tegangan listrik dengan 2 bagian, maka arus listrik juga akan naik 2 bagian. Bila digambarkan dalam grafik, percobaan awal ini menghasilkan suatu garis lurus, yang menggambarkan hubungan sejajar tegangan dan arus listrik. Hubungan ini disebut dengan hambatan listrik (resistance), yang adalah hasil bagi antara tegangan dan arus listrik.

Tapi bila kita melanjutkan percobaan ini, tegangan kita naikkan terus-menerus secara perlahan, kita akan menemukan hubungan antara tegangan dan arus listrik tidak lagi sejajar. Grafik akan melandai ke sumbu X. Walaupun kita menaikkan tegangan listrik 10 kali, arus listrik hanya akan bertambah 2-4 kali. Itu artinya nilai hambatan listrik dengan sendirinya akan bertambah besar bila tegangan listrik dinaikkan.

Apa gunanya Hambatan Listrik?

Pertanyaan yang mungkin timbul, adalah mengapa hal itu terjadi? Jawabannya adalah, seiring dengan pertambahan tegangan listrik, maka arus listrik juga membesar. Bertambahnya arus listrik ini, menyebabkan elektron-elektron yang ada di dalam kabel penghubung bergerak lebih cepat dan lebih-lebih cepat, mendekati tidak terhingga. Namun dalam keadaan ini, sifat periodik elektron akan menjadi rusak dan elektron tidak lagi berbaris sesuai dengan orbit elektron. Elektron akan bergerak bebas yang pada akhirnya menjadi penghambat arus listrik, yang mengakibatkan hambatan listrik jadi membesar. Kalau dipikir-pikir hubungan ini tidaklah merugikan, malah memberikan keuntungan bagi manusia. Kalau tidak ada hambatan, saat kabel diberi tegangan tinggi 10 ribu volt,  arus listrik bisa mendekati tidak berhingga dan sangat besar sekali. Ini tentu sangat berbahaya. Tapi untung ada hambatan yang menyebabkan arus listrik tetap berada di dalam batas kontrol manusia.

Menanggapi Hambatan dalam Hidup

Hal yang sama juga kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita merasa jenuh dan bosan, bahkan muak dengan banyaknya peraturan-peraturan yang seakan menjadi hambatan dalam ruang gerak kita. Kita sebagai orang Kristen, merasa bahwa Firman dan Perintah-Perintah Tuhan itu sangat berat dan malah membuat kita menderita. Kita tidak seperti orang lain yang bebas ini dan itu. Bila orang lain bisa menyontek satu dengan yang lain, kita tidak boleh menyontek karena itu adalah dosa. Bila orang lain hanya tidur-tiduran, menonton televisi di hari Minggu, kita harus bangun pagi untuk pergi ke Gereja. Kita mungkin merasa ada banyak sekali Firman dan Perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh orang Kristen.

Tapi, Puji Tuhan. Semuanya itu bukanlah untuk memberatkan atau mematikan langkah kita. Semua “hambatan” itu memimpin hidup kita ini di dalam “batas” -Nya Tuhan. Kita tidak menjadi manusia yang gila-gilaan, mau hidup semaunya sendiri, membahayakan orang lain, menentang perintah Allah. Justru di dalam Firman dan Perintah yang Tuhan berikan itu, hidup kita dipimpin setiap hari, dituntun dalam suatu batas “kemanusiaan” yang ditetapkan manusia. Pada akhirnya, semuanya itu hanyalah untuk keselamatan dan kebaikan kita sendiri.

Sama seperti hambatan listrik yang mencegah arus listrik untuk membesar mendekati nilai tidak hingga, hambatan dan batasan yang diberikan Tuhan lewat Firman dan Perintah-Nya, juga mencegah kehidupan kita untuk pergi keluar menjauh dari Tuhan.

Dalam batasan yang diberikan Tuhan, kita tidaklah menjadi terbatas, namun sebaliknya kita malah dipimpin menuju kepada kebebasan yang sebenarnya.

Sumber Gambar : BlogSpot

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.