Browse By

Terima Kasih Papa dan Mama

Terima kasih Papa dan Mama

Terima kasih Papa dan Mama

Hari ini saya belanja amat banyak. Sebuah pengalaman yang amat menarik dan tidak terlupakan membeli barang-barang kebutuhan sendiri, sebuah keharusan bagi saya pribadi yang sekarang ini tinggal jauh dari orangtua. Selama bertahun-tahun, sangat jarang saya membeli barang kebutuhan saya, selama ini yang saya ingat, papa dan mama yang bergantian membeli barang-barang kebutuhan keluarga kami, saat kami masih tinggal bersama di Bekasi.

Ada waktu yang harus saya korbankan untuk berbelanja, kurang lebih dua jam, seperempat diantaranya saya gunakan untuk transportasi, yaitu berjalan kaki. Saya membiasakan diri berbelanja tiap hari sabtu, karena lebih banyak diskon dan hadiah yang ditawarkan, begitu seperti yang diungkapkan oleh adik saya yang sekarang berada di Jepang. Dan memang benar.

Hari ini saya berangkat pukul delapan pagi, pergi ke Toserba Borma di Dago, kira-kira delapan ratus meter jauhnya dari simpang Dago. Saya membeli susu bubuk dan kental manis, roti tawar, selai srikaya, buah-buahan seperti pisang dan jeruk, sayuran seperti sawi dan bayam, shampoo dan sabun, sikat dan pasta gigi, beras lima kilogram, kopi, es krim, pengharum lantai, detergen, dan yakult, serta beberapa wadah plastik untuk menyimpan kopi dan detergen. Belanjaan yang cukup banyak membuat saya agak kerepotan saat memilih barang yang ingin saya beli, namun Tuhan membantu saya melakukan semuanya itu.

Alangkah terkejutnya saya ketika total belanjaan saya mencapai angka 250 ribu rupiah. Untung uang yang saya bawa cukup, sehingga saya tidak malu saat melakukan pembayaran. Saya juga mendapatkan beberapa bonus, seperti cangkir gelas dari susu bubuk dan pasta gigi. Namun, setelah itu saya teringat akan kebutuhan yang selama ini keluarga saya perlukan. Kalau saya sendiri saja sudah lebih dari 250 ribu untuk dua minggu, pasti kebutuhan untuk keluarga berkali-kali lipat dari jumlah belanjaan saya.

Saat saya menuliskan renungan ini saya tidak henti-hentinya mengucap syukur atas semua berkat Tuhan selama ini, terkhusus untuk keluarga saya. Dan renungan ini saya tuliskan sebagai ungkapan rasa syukur saya kepada kedua orangtua saya, papa dan mama yang telah dengan rela bekerja keras untuk memenuhi seluruh kebutuhan saya. Saya tidak mungkin membalas semua kasih sayang dan pengorbanan yang mereka lakukan kepada saya sampai kapanpun. Saya akan belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk membahagiakan mereka, atas seluruh perhatian mereka. Terima kasih Papa dan Mama…

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.