Browse By

Yesus Menyucikan Bait Allah

Pernahkah Anda membayangkan saat dimana Tuhan Yesus marah? Ya, Yesus marah saat menyucikan Bait Allah. Mari kita lihat di Yohanes 2:13-22. Setelah perkawinan di Kana, Yesus menuju ke Kapernaum dan kemudian melanjutkan perjalanan-Nya ke Yerusalem. Di Yerusalem, ada Bait Allah dimana orang Yahudi pergi untuk merayakan hari Paskah seperti yang diajarkan Hukum Taurat. Untuk melakukan perjalanan itu, diperkirakan Yesus memerlukan waktu 3 hari berjalan kaki. Walaupun harus jauh berjalan, kita bisa belajar bahwa Tuhan Yesus sendiri taat akan hukum taurat, yaitu merayakan Paskah.

Yesus menyucikan Bait Allah

Ilustrasi Yesus menyucikan Bait Allah

Yesus menyucikan Bait Allah

Tapi begitu sampai ke Bait Allah, kita malah kaget melihat apa yang dilakukan Tuhan Yesus. Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir para pedagang dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang-uang penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. (Yohanes 2: 15). Yesus sangat marah sekali terhadap para pedagang dan penukar uang yang ada di Bait Suci.

Banyak orang yang datang ke Bait Suci, tapi bukan untuk beribadah. Mereka memanfaatkan peristiwa perayaan paskah sebagai kesempatan untuk bisnis dan mencari keuntungan sebesar-besarnya. Yesus marah karena Yesus mengetahui bahwa orang-orang itu ada di Bait Suci, tapi hati mereka tidak mengarah pada Allah, melainkan pada kepentingan sendiri. Jadi, menurut saya wajar saja kalau Yesus marah dan mengusir mereka semua itu.

Sampai sekarang pun, saya percaya Tuhan masih melakukan hal yang sama: Yesus menyucikan Bait Allah. Di mana Bait Allah itu? Jawabannya adalah diri semua orang yang percaya kepada-Nya. Sampai hari ini, Tuhan masih senantiasa menyucikan dan menguduskan kehidupan kita hari lepas hari.  Kita dibersihkan dari segala pikiran, perkataan, atau perbuatan jahat yang ada dalam diri kita. Terkadang Tuhan menggunakan cara yang keras pula untuk membersihkannya, agar kita semua layak di hadapan Tuhan.

Marilah kita introspeksi diri kita masing-masing. Adakah saya beribadah untuk suatu tujuan lain? Adakah hal-hal yang kita anggap lebih penting daripada beribadah pada Tuhan?

Marilah kita datang ke hadirat Tuhan dan menyembah serta memuliakan-Nya dengan tulus dan sepenuh hati kita.

Sumber Gambar : BlogSpot

Recommended for you

3 thoughts on “Yesus Menyucikan Bait Allah”

  1. Eni says:

    salom…
    trimakasih untuk artikel atau renungan mengenai Yesus menyucikan Bait Allah.

    kalau saya renungkan, untuk mengerti lebih jelas mengenai alasan mengapa Yesus sangat marah kita harus lihat kembali tujuan bait Allah dibangun. Setelah Salomo selesai membangun, ia berdoa supaya rumah yang dibangun itu bukan hanya untuk bangsa Israel tapi juga menjadi tempat untuk bangsa-bangsa lain datang untuk berdoa (I Raja-raja 8:41-43) dan ditegaskan lagi dalam Yesaya 56:7c bahwa rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
    dan tempat yang disediakan bagi bangsa-bangsa lain adalah di pelataran / halaman bait suci. seharusnya umat Yahudi menjangkau bangsa-bangsa lain dan menyediakan tempat itu bagi mereka akan tetapi malah sebaliknya. mereka dengan sengaja menghambat bangsa-bangsa lain datang kepada Tuhan bahkan merampas berkat yang Tuhan siapkan bagi bangsa-bangsa lain untuk keuntungan mereka sendiri. hal inilah yang membuat Yesus sangat-sangat marah.
    Tuhan begitu mengasihi bangsa-bangsa lain. ia memberkati kita, menyelamatkan kita dengan tujuan kita dapat menjadi alat keselamatan bagi bangsa-bangsa lain. ingat Amanat Agung Tuhan Yesus… pergilah, jadikanlah SEMUA BANGSA muridku…

    sekian share dari saya
    Tuhan Yesus kiranya memberkati kita, untuk terus jadi berkat.
    Amin

  2. Eni says:

    salom…
    trimakasih untuk artikel atau renungan mengenai Yesus menyucikan Bait Allah.

    kalau saya renungkan, untuk mengerti lebih jelas mengenai alasan mengapa Yesus sangat marah kita harus lihat kembali tujuan bait Allah dibangun. Setelah Salomo selesai membangun, ia berdoa supaya rumah yang dibangun itu bukan hanya untuk bangsa Israel tapi juga menjadi tempat untuk bangsa-bangsa lain datang untuk berdoa (I Raja-raja 8:41-43) dan ditegaskan lagi dalam Yesaya 56:7c bahwa rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
    dan tempat yang disediakan bagi bangsa-bangsa lain adalah di pelataran / halaman bait suci. seharusnya umat Yahudi menjangkau bangsa-bangsa lain dan menyediakan tempat itu bagi mereka akan tetapi malah sebaliknya. mereka dengan sengaja menghambat bangsa-bangsa lain datang kepada Tuhan bahkan merampas berkat yang Tuhan siapkan bagi bangsa-bangsa lain untuk keuntungan mereka sendiri. hal inilah yang membuat Yesus sangat-sangat marah.
    Tuhan begitu mengasihi bangsa-bangsa lain. ia memberkati kita, menyelamatkan kita dengan tujuan kita dapat menjadi alat keselamatan bagi bangsa-bangsa lain. ingat Amanat Agung Tuhan Yesus… pergilah, jadikanlah SEMUA BANGSA muridku…

    sekian share dari saya
    Tuhan Yesus kiranya memberkati kita, untuk terus jadi berkat.
    Amin

    1. Daniel Christian says:

      Terimakasih atas komentarnya. Mengenai ini saya juga telah menuliskan artikelnya bisa dibaca di sini: http://128.199.241.187/2012/08/yesus-memulai-revolusi-anugerah-allah_18.html

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.