Browse By

Sebuah Kisah dari Molokai Hawaii

pulau molokai hawaii

Keindahan Pulau Molokai Hawaii

Keindahan Pulau Molokai di Hawaii sudah sangat terkenal di dunia. Pulau yang termasuk ke dalam kawasan wisata utama Hawaii dengan pantai pasir putih dan deburan ombak Samudera Pasifik yang memesona mata ini ternyata punya banyak kisah dan sejarah. Sampai dengan tahun 1960, para penduduk yang terkena kusta diasingkan di bagian utara pulau. Kalaupapa, adalah wilayah dataran rendah yang menghadap ke Samudera Pasifik yang terisolasi dengan tebing-tebing dengan tinggi hampir 400 meter di ketiga sisinya. Gelombang laut yang ganas hampir sepanjang tahun membuat akses ke wilayah ini makin sulit. Sebuah area isolasi yang begitu pas bagi para pengidap penyakit kusta pada masa itu. Penyakit yang dipercaya sebagai kutukan dan para pengidapnya harus dijauhi.

Berdasarkan catatan sejarah, penyakit kusta di Hawaii berasal dari daratan China. Orang-orang yang saat itu terjangkit dikumpulkan di Kalaupapa. Mereka dibawa dengan kapal, dan disuruh untuk berenang mengarungi lautan ganas karena kapal sulit berlabuh di Kalaupapa. Setahun sekali, pada bulan yang tenang, kapal akan berlabuh membawa bahan makanan, bensin untuk bahan bakar pembangkit listrik, air minum, hingga obat-obatan. Orang-orang kusta ini akan hidup berjuang tanpa rumah, tanpa pakaian, dengan bahan makanan yang sedikit, hingga ajal menjemput mereka satu persatu.

Di tahun 1873, seorang misionaris Katolik asal Belgia bernama Pastor Damien tiba di Kalaupapa. Setelah perjuangan yang berat mengarungi lautan, Ia akhirnya tiba di tempat yang sangat ia ingin layani. Dengan keahliannya di bidang pertukangan, Pastor Damien perlahan-lahan membangun rumah di Kalaupapa. Orang-orang mulai dapat hidup nyaman di dalam rumah setelah hampir 7 tahun hidup di dalam gua dan celah-celah batu. Selain itu, Pastor Damien juga merawat dan mengobati orang-orang yang masih hidup, mengajarkan keahlian petukangan, hingga menyemangati mereka melalui kotbah dan ajaran yang dia bawakan. Kini, ada sekitar 100-an rumah dari kayu yang bisa kita jumpai di Kalaupapa termasuk gereja St. Philomena Catholic Church yang megah. Ada juga jalanan utama Kalaupapa yang dikenal dengan Damien Road.

Setelah hampir 12 tahun tinggal bersama dengan para penginap kusta, Pastor Damien akhirnya tertular penyakit itu juga. Namun, ia tidak menyerah. Ia terus bekerja dan menyemangati orang-orang hingga akhir hayatnya 4 tahun kemudian di tahun 1889. Kisah Pastor Damien ini menginspirasi banyak misionaris lainnya untuk datang dan memberikan bantuan pelayanan. Sampai kini, masih ada sekitar 5 orang pengidap penyakit kusta berusia lanjut yang masih hidup di sini. Kebanyakan dari mereka tidak mengalami sendiri kehadiran Pastor Damien. Namun kisah pelayanan dan pengabdiannya terus menginspirasi dunia sampai dengan hari ini. Bahkan, jika kita ke Molokai Hawaii, ada tur Damien yang akan mengajak kita melalui tempat-tempat yang Pastor Damien bangun di Kalaupapa.

Yesus: Sebuah Kisah dari Molokai Hawaii

Kisah kehidupan dan pelayanan Pastor Damien mengingatkan kita akan seorang pribadi yang juga mau datang ke dunia. Ia datang dan mau hidup di antara manusia yang berdosa. Ia mengajar, memberikan teladan, dan yang paling utama adalah, Ia menyelamatkan kita dari hukuman atas dosa dengan cara memberikan nyawa-Nya di atas kayu salib.

Kekristenan tanpa pengorbanan Yesus di kayu salib hanya akan jadi ajaran kasih yang basi. Melakukan perintah Tuhan dan menjauhi kejahatan, demi mencapai Surga yang indah dan begitu dinantikan. Kekristenan tanpa pengorbanan Yesus di kayu salib juga hanya akan jadi ajaran kebajikan yang amat mustahil untuk dijalani. Memang ada sebagian yang beranggapan bahwa kebajikan itu bisa menggantikan dosa dan hukuman yang harus kita tanggung. Namun, apakah bisa?

Untuk itulah Yesus datang ke dunia. Ia tidak menawarkan ajaran kebajikan dan kebaikan saja. Ia menawarkan hidup yang baru. Perubahan total dan menyeluruh. Dari manusia yang berdosa, jadi manusia dan ciptaan baru yang murni. Kita tidak lagi dibelenggu kuasa dan hukuman atas dosa. Kita bebas! Kita merdeka! Kita tidak lagi diisolasi di “Kalaupapa-Molokai” lagi.

Sumber gambar: cnn.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.