Browse By

Percaya kepada Allah

Hampir seluruh orang di Indonesia menganut agama dan percaya kepada Allah. Tapi percaya yang bagaimana? Faktanya, masih banyak orang yang mengandalkan kekuatan magis dan klenik demi mendapatkan yang diinginkan. Misalnya saja, ada caleg yang meninggal jatuh ke jurang saat semedi di gua batu. Kabarnya caleg itu pergi ke gua batu supaya terpilih menjadi anggota parlemen dalam pemilu legislatif mendatang. Ada juga paranormal berpeci dan berbaju koko yang mengaku penasihat spiritual muncul di televisi. Dia mengaku bisa membantu orang-orang supaya terpilih menjadi pemimpin. Dia menawarkan langkah mudah jadi pemimpin dan penguasa.

Inikah yang dimaksud percaya kepada Allah? Percaya Allah tapi masih pergi ke paranormal?

Percaya kepada Allah

Kepercayaan kita kepada Allah harus didasari oleh pengetahuan yang benar. Harus ada dasar yang kokoh. Orang bisa saja percaya mati kepada sesuatu. Tapi kalau sesuatu itu salah, sia-sialah kepercayaannya. Misalnya saja andaikan ada seseorang yang akan terbang ke Medan. Ia mendapat informasi bahwa pesawat yang ke Medan melalui pintu nomor 10. Meskipun ia yakin bahwa informasi itu benar, kalau ia melangkah ke pintu nomor 9, dia tetap akan tersesat dan ketinggalan pesawat. Keyakinan itu perlu, tapi pengetahuan yang benar juga mutlak diperlukan.

Teman-teman boleh saja memiliki iman percaya kepada Allah yang dianggap benar, tapi apakah Allah itu sesungguhnya adalah benar?

Tidak cukup percaya bahwa Allah itu benar. Teman-teman harus percaya kepada Allah yang benar.

Dasar Iman Percaya kepada Allah

Percaya kepada Allah

Percaya kepada Allah

Makanya iman tidak bisa berdiri sendirian. Iman yang seperti itu akan mudah goncang dan roboh dalam menghadapi serangan dari luar. Ada jalan lain yang mudah dan menarik, langsung menyimpang seperti caleg di atas. Singkatnya, percaya kepada Allah tidak boleh didasarkan hanya pada informasi dan tradisi. Iman tidak cukup dengan mendengar khotbah, atau membaca kitab dan buku penunjang.

Percaya kepada Allah harus didasarkan pada relasi. Kepercayaan kita kepada Tuhan mesti didasarkan pada pengenalan pribadi pada Allah sendiri. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, setia dalam mendengarkan perintah dan ketetapan Tuhan. Berdoa dan bersekutu dengan Tuhan. Dengan relasi yang intim seperti inilah, iman percaya kepada Allah makin kuat dan berpondasi dalam.

Bersekutu akrab dengan Tuhan dan terus-menerus belajar dari Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Perlu ketekunan, kerendahan hati, dan kedisiplinan rohani. Tapi memang begitulah mengikut Tuhan. Tidak ada yang namanya mudah, sebab Tuhan sendiri tidak pernah menjanjikan kemudahan. Sebaliknya, yang menjanjikan kemudahan hanyalah setan semata.

Sumber Gambar : www.stlukecolumbus.com

Recommended for you

One thought on “Percaya kepada Allah”

  1. pdt. sonny Zakharia Lombu.S.Th. says:

    tks atas artikelnya. TYm

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.