Browse By

Kuserahkan dalam tanganMu

Ini aku, s’mua milikku
Kuserahkan padaMu Tuhan
Penyesalan dan kebanggaan
Suka dan duka, s’mua kuserahkan
Yang t’lah lalu, yang kan datang
Hasrat dan harapan yang terbayang
Masa depan dan rencanaku
S’mua kuserahkan dalam tanganMu
Kupersembahkan hidupku
KepadaMu Tuhan, tuk kemuliaanMu
Kuberikan hidup ini s’bagai persembahan
Yang berkenan padaMu.
kuberikan hidupku kepadaMu Tuhanku.

By : Claire and  Don Moen

Lagu yang tertulis di atas adalah lagu terjemahan dari “Lord, I Offer My Life to You”, salah satu lagu yang saya sukai. Sebenarnya sudah sejak lama, saya mendengar lagu ini. Tapi baru pada satu kebaktian di Jumatan PMK ITB lah saya mengetahui teks lagu ini semuanya. Sebelumnya saya hanya mengetahui irama dan sebagian liriknya saat mendengarnya di radio pagi. Kalau Anda perhatikan lirik lagu tersebut, saya yakin Anda akan mengerti mengapa saya amat menyukai lagu ini.

Kuserahkan dalam TanganMu

Ini adalah terjemahan bahasa Indonesia. Kupersembahkan hidupku adalah lagu respon penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah yang Mahakuasa. Manusia pada dasarnya tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan dari Allah. Kalau kita pergi ke suatu tempat, kita bisa-bisa tidak akan selamat bila Allah tidak menyertai. Kita tidak bisa makan, bila Allah tidak memberikan tenaga untuk kita bekerja dan mendapatkan uang. Kita tidak bisa naik kelas dan sukses menempuh ujian bila Allah tidak memberikan hikmat untuk belajar. Semua kegiatan yang sudah direncakan juga dapat gagal total jika Allah tidak menghendakinya. Jadi intinya, setiap aktivitas yang dilakukan tidak  pernah di luar rencana dan pertolongan Allah semata-mata. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita menyerahkan semua yang ada pada diri ini ke dalam tangan-Nya. Penyesalan atas suatu kegagalan, kebanggaan atas suatu keberhasilan, suka duka dalam menjalani hidup, hasrat dan harapan yang direncanakan, bahkan semua masa depan harus diserahkan kepada Allah.

Lagu ini hampir selalu dinyanyikan di akhir setiap ibadah pemberlengkapan baik mentor dan panitia dalam acara-acara di PMK ITB. Ini wujud dari penyerahan diri para panitia maupun mentor untuk segenap rencana dan kegiatan yang sudah dipersiapkan kepada Tuhan. Kemudian, seseorang akan memimpin dengan doa untuk mempersembahkan semua persiapan kepada Tuhan. Berharap seluruh acara keesokan harinya dapat berjalan dengan lancar dan juga melaluinya nama Tuhan dapat dipermuliakan.

Makna Penyerahan

Kupersembahkan Hidupku

Kupersembahkan Hidupku

Penyerahan bukan berarti kita berdoa dan menyerahkan semuanya begitu saja, lantas kita diam dan tidak melakukan apapun. Menunggu Allah yang bekerja. Itu namanya menyerah. Sejarah membuktikan menyerah tidak memberikan dampak apapun. Thomas Alfa Edison pantang menyerah melakukan percobaan untuk menciptakan bola lampu. Masih banyak lagi bukti tentang orang yang sukses karena pantang menyerah. Berserah disini adalah mau mengikuti semua rencana dan panggilan Allah dalam hidup ini. Kalau kita mau berencana, kita berdoa dulu kepada Allah. Kalau mau pergi, berdoa dulu kepada Allah. Semua kegiatan seharusnya didahului dengan berdoa dan menyerahkan diri kepada Allah.

“Kuserahkan dalam tanganMu” mau mengingatkan kita bahwa kita hanyalah manusia lemah yang penuh dengan kekurangan. Seluruh rencana dapat dengan mudah berantakan dan tidak berjalan sesuai harapan. Orang-orang lain juga dapat mengecewakan dan mendukakan kita. Namun, “Kuserahkan dalam tanganMu” juga adalah sebuah pernyataan diri bahwa memang betul–semua yang kita lakukan seharusnya demi kemuliaan nama Tuhan saja.

Kupersembahkan hidupku kepada-Mu Tuhan.

Kuserahkan dalam tanganMu

Let do your best

And God will do the rest

Sumber gambar: ericwijaya.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.