Browse By

Belajar dari Hari Raya Pendamaian

Ritual “Hari Raya Pendamaian” atau Yom Kippur dalam bahasa Ibrani, seperti yang tertulis dalam Imamat 16 adalah hari paling sakral untuk ibadah dalam penanggalan Ibrani. Ada pula yang mengatakan ritual hari raya pendamaian ini adalah yang paling sulit. Kita harus mengetahui dalam setiap ritual ibadah yang dilakukan Bangsa Israel selalu berhubungan dengan simbol dan makna di dalamnya. Simbol sendiri menyangkut ritual hari raya pendamaian itu, sedangkan ada makna luar biasa yang terkandung di dalamnya.

Hari Raya Pendamaian

Hari Raya Pendamaian

Apa itu Hari Raya Pendamaian?

Hari raya pendamaian berbeda dengan ritual ibadah di hari-hari lainnya. Pertama, pada hari inilah imam besar, masuk ke Ruang Mahakudus dalam Kemah Pertemuan seorang diri. Imam Besar masuk ke ruang di belakang tabir, yakni Ruang Mahakudus dan memercikkan  darah korban ke atas tutup pendamaian tempat dimana Hukum-Hukum Tuhan diletakkan. Dengan inilah, Imam Besar mengadakan pendamaian bagi seluruh bangsa Israel. Imam Besar juga akan memercikkan darah ke sekeliling tempat kudus dan kemah pertemuan serta mezbah. Ini menjadi simbol penyucian Kemah Pertemuan dan mezbah tempat pemberian korban pada Tuhan. Jadi pada hari raya pendamaian, Imam Besar mengadakan pendamaian bagi seluruh bangsa Israel dan juga Kemah Pertemuan tempat Orang Israel beribadah (Imamat 16:11-19).

Kambing dalam ritual hari raya pendamaian

Kambing dalam ritual hari raya pendamaian

Yang kedua, pada hari raya pendamaian ada pula ritual persembahan kambing jantan (Imamat 16:20). Imam Besar akan meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan dan mengakui segala kesalahan orang Israel dan pelanggaran mereka. Kambing jantan itu kemudian dilepaskan ke padang gurun. Dengan demikian kambing jantan itu mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus di padang gurun.

Kita sudah membahas ritual hari raya pendamaian seperti yang di atas. Tapi tahukah teman-teman kalau seluruh ritual hari raya pendamaian yang dilakukan Bangsa Israel pada Perjanjian Lama itu menunjuk pada pendamaian oleh Yesus Kristus?

Ibrani 9-10 memberikan kepada kita penjelasan lengkap mengenai hal ini. Yesus Kristus adalah Imam Besar yang agung yang telah masuk ke dalam tempat yang kudus satu kali untuk selama-lamanya dan membawa darah-Nya sendiri sebagai pendamaian atas seluruh dosa. Dan dengan demikian kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus (Ibrani 10:10). Kita pun dilayakkan untuk masuk ke tempat kudus di mana Allah bertahta dan menghadap Allah dengan hati tulus ikhlas dan keyakinan iman teguh melalui doa (Imamat 10:19-22).

Kambing dalam ritual hari raya pendamaian

Kambing dalam ritual hari raya pendamaian

Bagaimana dengan ritual kedua, yakni penumpangan tangan pada kambing jantan? Di sinilah kita mendapatkan gambaran tentang apa yang Yesus lakukan juga dalam pendamaian dan penebusan dosa. Dengan menumpangkan tangan ke atas kambing jantan, Imam Besar menaruhkan seluruh dosa dan pelanggaran Bangsa Israel. Ketika satu kambing dilepas ke padang gurun, ini menunjukkan adanya pribadi pengganti yang harus menanggung seluruh akibat dosa. Satu kambing lagi yang dibunuh menunjukkan harus ada pribadi pengganti yang mati demi penyucian dan pendamaian atas dosa di hadapan Allah. Dan kita tahu, bahwa Yesus telah menanggung semuanya. Dia menanggung seluruh murka Allah atas dosa, dan akhirnya mati menanggung seluruh dosa itu. Dengan begitulah kita disucikan dan bebas dari seluruh tuntutan dosa.

Semoga dengan renungan singkat ini kita semakin bisa mendalami penebusan dan pendamaian dosa yang telah Yesus lakukan. Betul-betul merendahkan diri dan menyesal akan seluruh dosa yang diperbuat, dan percaya kepada Yesus yang mati menggantikan kita menanggung seluruh hukuman dosa.

Selamat hari Jumat Agung! Hari raya pendamaian atas dosa-dosa kita.

Sumber Gambar : feastfacts.com, www.cofac.org/confess.jpg, www.cofac.org/goatsatone.jpg

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.