Browse By

Ilustrasi Allah itu Hidup

Banyak orang yang hingga saat ini tidak mempercayai Allah itu hidup. Ada juga beberapa orang yang percaya Allah itu tidak ada. Mmm, apa bedanya ya? Pernyataannya sedikit membingungkan ya teman-teman? OK, di artikel berikutnya saya akan coba menjelaskan perbedaan keduanya, namun kali ini saya akan memberikan sebuah ilustrasi mengenai keberadaan Allah. Ilustrasi ini mengenai seorang tukang cukur dan seorang pelanggannya. Silahkan membaca.

Ilustrasi tukang cukur

Ilustrasi tukang cukur: Allah itu hidup

Sambil memotong rambut pelanggannya, si tukang cukur berkata, “Saya tidak percaya Allah itu ada.”

“Kenapa kamu bilang begitu?” si pelanggan balik bertanya.

“Begini, coba anda perhatikan di jalanan depan sana. Coba buktikan kepada saya jika Allah itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Adakah yang menderita? Jika Allah ada, tidak akan ada yang sakit, kesusahan, atau menderita. Saya tidak dapat membayangkan Allah yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi,” jawab si tukang cukur.

Si pelanggan terdiam dan berpikir sejenak, dia tidak merespon karena tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si pelanggan pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan tempat itu, si pelanggan melihat ada orang di jalan dengan rambut panjang, berombak kasar, gimbal, kotor, dan janggut yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor, berantakan, dan tidak terawat.

Si pelanggan segera kembali ke tempat si tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu sebenarnya tidak ada yang namanya tukang cukur.”

Si tukang cukur tidak terima dan balas bertanya, “Kamu kok bisa bilang begitu? Saya disini dan saya tukang cukur, dan barusan saya mencukurmu.”

“Tidak,” elak si pelanggan. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang berambut panjang yang kotor dan janggutan seperti orang di luar sana,” katanya.

“Ah tidak, tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya,” jawab si tukang cukur membela diri.

“Nah itu dia!” kata si pelanggan menyetujui. “Itulah poin utamanya! Sama dengan Allah, Allah itu ¬†ada dan nyata! Tapi apa yang terjadi….. orang-orang tidak mau datang kepada-Nya dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini. Jadi jangan katakan kalau Allah tidak ada.”

Si tukang cukur pun terdiam, tidak bisa berkata apa-apa.

*****

Allah itu ada. Allah itu nyata. Allah berjalan bersama sepanjang sejarah manusia untuk membuktikan dan menunjukkan kepada manusia, bahwa Allah ada bersama manusia. Allah bukanlah Allah yang jauh di surga sana, Allah adalah Allah yang dekat manusia. Menuntun dan menyertai manusia sepanjang waktu. Kalau ada orang yang berkeras hati berkata bahwa Allah itu tiada, dia hanya manusia yang perlu dikasihani. Dia belum membuka hatinya dan menerima Pribadi Allah. Kita harus terus berusaha memberitakan mengenai Allah secara khusus terhadap orang-orang seperti ini.

Allah sungguh ada. Nyata dalam hidup manusia. Bahkan lewat kesedihan dan kesengsaraan yang ada dalam hidup, Pribadi Allah justru semakin nyata dirasakan. Immanuel. Allah beserta kita.

Artikel dalam Satu Tema:

1. Allah itu Ada dan Hidup
2. Dunia Membuktikan Allah itu Ada
3. Sains Membuktikan Allah itu Ada

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.