Browse By

Misteri Terbesar Bernama Natal

Satu jam yang membagi sejarah manusia menjadi 2. Sampai sebelum Natal pertama, kita hanya mengenal Allah yang kudus dan berkuasa di sorga. Allah yang menciptakan segala isi dunia dan berdaulat penuh atas semua ciptaan. Natal pertama membawa perubahan signifikan. Allah yang tak terbatas, membatasi dirinya dalam ruang dan waktu bersama manusia di dunia. Allah yang Maha Kuasa membatasi diri-Nya dan datang dalam rupa bayi kecil yang lemah dan butuh kasih sayang. Allah yang bertakhta di sorga, datang kepada manusia di dunia, suatu tempat yang sangat hina dan tak layak. Allah melakukan suatu hal yang mustahil, suatu hal yang sulit dipercaya, suatu hal yang tak terbayangkan! Allah menjadi manusia?! Bagaimana mungkin? Inilah dia, misteri terbesar bernama Natal.

Natal mengajarkan pada kita suatu kebenaran: Allah menanggalkan seluruh atribut ke-Allah-an dan menjadi manusia, dalam rupa daging dan darah untuk menggenapi seluruh nubuatan dan janji-Nya. Di satu sisi, kita percaya bahwa Allah tidak mungkin melanggar janji yang telah diucapkan-Nya, Yesus pastilah Sang Juruselamat itu! Namun di sisi lain, kita sering dibuat bingung dan tak mengerti kebenaran Natal. Bagaimana mungkin Allah menjadi manusia? Mengapa Allah harus jadi manusia? Kita jadi seri bingung dan sering tak dapat menjelaskannya kepada teman-teman lain yang menanyakannya.

Misteri terbesar bernama Natal. Ya, Natal menjadi sebuah misteri selama berabad-abad. Perdebatan mengenal siapa pribadi Yesus Kristus menjadi tema doktrin Kekristenan sepanjang abad pertama sampai kelima. Bahkan perdebatan itu tetap berlanjut hingga saat ini. Betapa sulitnya orang-orang mempercayai bahwa Yesus adalah Allah dan Juruselamat. Satu lagi bukti, Natal, saat di mana Allah menjadi manusia tetap menjadi misteri terbesar.

Misteri Terbesar Bernama Natal: Bagaimana Mereka Percaya?

Misteri Terbesar Bernama Natal

Misteri Terbesar Bernama Natal

Saya jadi teringat 2 kisah berkaitan dengan Natal yang tertulis dalam Alkitab. Kisah pertama adalah saat orang Majus dari daerah Mesopotamia datang ke Yerusalem menjumpai bayi Yesus (Matius 2:1-12). Ketika membaca atau melihat drama kisah ini, saya selalu bertanya-tanya, apa yang menyebabkan mereka bersusah payah menempuh perjalanan jauh untuk menemui Mesias? Okelah, menurut ilmu perbintangan, bintang timur menunjukkan raja yang baru lahir. Namun, mengapa mereka langsung percaya? Mengapa mereka bersikeras menemui Sang Raja itu? Mengapa mereka rela menyembah bayi mungil yang baru mereka temui? Mengapa mereka sampai mempersembahkan persembahan emas, kemenyan, dan mur?

Kisah kedua adalah kisah tentang Simeon dan Hana, saat mereka bertemu dengan bayi Yesus di Bait Allah dalam Lukas 2:21-38. Ketika Simeon melihat bayi Yesus di Bait Allah, dia segera menyambut Anak itu sambil memuji Allah, “…mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu” (Lukas 2:30). Begitu juga dengan Hana, ketika ia melihat bayi Yesus, langsunglah dia mengucap syukur kepada Allah dan berbicara kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem (Lukas 2:38). Bapa serta Ibu Yesus yang mendengar hal itu pun dikatakan sangat heran (Lukas 2:33).

Baik Simeon dan Hana yang tinggal dalam Bait Suci selalu melihat bayi-bayi yang dipersembahkan kepada Allah. Mereka juga sudah sering melihat sosok orangtua dari sang bayi itu. Lantas, bagaimana mungkin Simeon dan Hana dalam sekejap bisa menyatakan bayi Yesus bukanlah bayi biasa? Bagaimana bisa mereka menggendong bayi lalu mengatakan bayi itulah Mesias, sumber keselamatan dan kelepasan? Mengapa mereka bisa langsung percaya Yesus adalah Juruselamat? Mengapa bisa terjadi?

Misteri Terbesar Bernama Natal: Hanya Karena Allah Saja

Kutipan tentang natal

Natal: Allah menjadi manusia

Satu-satunya jawaban ialah karena pekerjaan Allah sendiri. Ya, tidak lain tidak bukan Allah yang berkarya dan menyatakan hal itu kepada mereka masing-masing. Dalam kisah orang Majus, Allah berkarya dengan memberikan penunjuk ajaib, yakni sebuah bintang timur. Begitu juga terhadap Simeon dan Hana, Roh Kudus ada di atas mereka dan kepadanya telah dinyatakan kebenaran tentang Mesias (Lukas 2:26).

Baik orang Majus, Simeon, dan Hana bisa percaya Yesus adalah Allah Sang Juruselamat, hanya karena pekerjaan Allah. Misteri Natal terlalu besar sehingga kita tak mungkin memahaminya sendiri. Terlalu sulit untuk dipahami dengan kekuatan sendiri. Hanya melalui penyataan dari Allah sendiri saja, kita dapat menyelami Natal. Hanya dengan karya Roh Allah, kita dapat memahami rahasia Natal.

Rahasia terbesar bernama Natal. Semua hanya karena Allah semata. Tanpa karya Allah, kita tidak bisa percaya dan memahaminya. Mari terus berdoa dan berdoa, supaya Allah terus bekerja dan menyatakan kebenaran ini pada masing-masing pribadi.

Sumber gambar : theinteriorlife.org, southsidebiblechurch

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.