Browse By

Kematian Yesus Membawa Perubahan

Kematian Yesus sudah kita peringati setiap tahunnya. Apakah kita yang sudah percaya sudah berusaha memberitakannya? Adakah kita yang sudah percaya berbeda dengan orang-orang yang belum percaya? Adakah perbedaan yang ditimbulkan kematian Kristus dan kehidupan kita?

Kematian Yesus Membawa Perubahan

Kematian Yesus menyembuhkan

Kematian Yesus menyembuhkan

Kematian Yesus dan kebangkitan Yesus membuat kehidupan murid-murid awal berubah seratus delapan puluh derajat. Dari yang sebelumnya ragu jadi percaya. Dari yang tadinya pengecut jadi berani pantang mati. Dari yang tadinya kecewa dan sedih, menjadi gembira sorak sorai. Dari yang tadinya mengurung diri dalam rumah, menjadi semangat memberitakan kabar baik keselamatan dari Allah. Walaupun banyak tantangan dan penderitaan yang menghadang, mereka dengan berani dan pantang menyerah, menyebarkan Injil ke seluruh daerah.

Dalam 1 Petrus 2:24 dikatakan demikian, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Yesus telah mati memikul dosa kita. Kematian Yesus membawa perubahan dalam diri kita, dari yang hidup sebagai hamba dosa, dibebaskan dan menjadi hamba Allah, hamba kebenaran. Kita kini hidup dalam tuntunan dan tuntutan sebagai hamba kebenaran yakni memberitakan kabar kebenaran kematian dan kebangkitan Yesus bagi semua orang.

Permasalahannya sekarang dan patut kita renungkan bersama: Adakah kehidupan kita berubah setelah mempercayai kematian Yesus? Adakah orang bisa melihat perubahan dalam diri kita? Adakah kita memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus lewat seluruh tingkah laku dan kehidupan kita?

Sumber Gambar : twitter.com

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.