Browse By

Di Betlehem Ada Apa?

Betlehem, dalam bahasa Arab berarti “rumah daging”, namun dalam bahasa ibrani berarti “rumah roti” Rumah roti, berarti rumah di mana ada berkat Tuhan di dalamnya, dan kitapun diajak untuk ke Betlehem. Lalu muncul pertanyaan, Di Betlehem ada apa?

kelahiran Yesus
Ilustrasi suasana kelahiran Yesus.

Pertama, di Betlehem ada demonstrasi kasih Allah. Mengapa disebut demikian? Karena Allah menjadi sama dengan manusia. Bagi orang dunia, Allah menjadi sama dengan manusia adalah hal yang tidak bisa dimengerti. Tetapi justru kasih yang terbesar adalah kasih yang tidak bisa dimengerti. Kalau ada orang berbuat baik dan dibalas dengan kebaikan, itu adalah hal umum. Tetapi kalau orang berbuat jahat kemudian dibalas denga kebaikan dan kasih, maka itu adalah hal yang amat luar biasa. Apalagi kalau kasih yang diberikan amat besar dan tulus, yang mampu menyelamatkan seluruh hidup manusia yang percaya. Selain demonstrasi kasih Allah, di Betlehem juga terjadi demonstrasi kuasa Allah, karena dalam peristiwa Natal, para gembala melihat dan mendengar ribuan malaikat yang memuji Allah, sungguh kuasa yang amat besar.

Kedua, di Betlehem ada kepastian dari janji-janji Allah. Malaikat menyampaikan sesuatu yang tidak dapat dimengerti oleh para gembala. Namun, ketika mereka memutuskan untuk pergi ke Betlehem, menemui bayi tersebut, mereka mendapatkan kepastian dari apa yang telah mereka dengar dari malaikat. Lebih jauh lagi, di Betlehem seluruh nubuatan nabi Yesaya ratusan tahun lalu, tentang datangnya Mesias, tergenapi sudah. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan itu membuat kita yakin bahwa kitapun akan memperoleh kepastian dari seluruh janji Allah di dalam kehidupan kita.

Di Betlehem ada pujian dan sukacita. Setelah para gembala pergi ke Betlehem dan menemui bayi Yesus, mereka pulang sambil memuji dan memuliakan Allah. Artinya, bahwa di Betlehem dan sukacita yang amat besar, ada pujian, yang semuanya itu ditaruh Allah di dalam hidup para gembala itu. Di Betlehem pula, kita diajarkan untuk hidup dekat Tuhan dan mau mengandalkan Tuhan di dalam setiap aspek kehidupan kita, karena selalu ada pujian dan sukacita yang disediakan oleh Allah sendiri. Saya yakin bahwa gembala itu adalah orang yang tidak kaya, mungkin terpikirkan dalam benak mereka apa yang hendak mereka makan esok harinya, atau terhadap hewan ternaknya. Namun, kembali dari Betlehem mereka membawa sukacita dan pujian bagi Allah, yang membuat mereka tidak takut dan kuatir lagi.

Di malam natal ini, saya kembali merenungkan akan acara-acara Natal yang telah saya lalui selama hidup saya. Sebuah pengalaman yang amat indah, ketika Tuhan mau lahir dalam wujud manusia seperti kita, mau hidup layaknya manusia biasa, hingga akhirnya rela menderita dan mati bagi keselamatan kita semua. Di Betlehem Ada Apa? menjadi perenungan bagi saya pribadi akan semua hal yang telah saya peroleh di dalam hidup ini. SELAMAT MALAM NATAL 24 DESEMBER 2010. TUHAN MEMBERKATI!

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.