Browse By

PMK ITB Milik Kita Bersama

lanjutan dari: PMK ITB yang Interdenominasi

PMK ITB milik kita bersama. Kesatuan yang utama. PMK ITB yang interdenominasi tidak menganut doktrin yang sepenuhnya milik satu denominasi gereja. Denominasi memang berbeda, namun tentunya hal-hal inti kekristenan tetap sama. Dalam semangat interdenominasi hendaknya kita dapat melihat hal-hal yang terjadi menjadi dua: esensial dan non-esensial. Hal-hal esensial seperti Ke-Tuhan-an dan Ke-Ilahi-an Kristus, Allah Tritunggal, Doktrin Keselamatan, dan lainnya. Sementara non-esensial adalah bentuk ibadah, bentuk baptisan, maupun perjamuan. Kalau yang esensial memang harus satu/sama, sedangkan yang non-esensial boleh berbeda.

Ku tak pandang dari gereja mana
Asal kau berdiri di atas firman-Nya
Bila hatimu seperti hatiku
Engkaulah saudara dan saudariku

Ku tak pandang dari suku mana
Asal kau berdiri di atas firman-Nya
Bila hatimu seperti hatiku
Engkaulah saudara dan saudariku

PMK ITB

PMK ITB

Kita menikmati kebersamaan kita di dalam PMK ITB ini. Seperti lirik lagu di atas yang menjadi salah satu lagu favorit saya, yang berkata, “Kalau hatimu seperti hatiku…Engkaulah saudara dan saudariku.” Yesus kita sama. Dan kita adalah saudara semua. Walaupun ibadah Jumatan kita mirip dengan ibadah dari gereja tertentu, itu bukan berarti kita mengikuti denominasi tertentu. Semua itu semua sudah menjadi kesepakatan para pengurus sejak PMK ITB berdiri.

Saya pernah mengenal seorang teman yang bertanya, “Kamu baptis apa Ce?” Saya menjawab, “Baptis percik dulu seingetku.” “Wah, yang masuk sorga hanya kepalamu Ce,” ujarnya. Saya tertawa geli mendengar dia berkata seperti itu. Mungkin dia masih belum paham makna kata interdenominasi. Mungkin juga ya karena PMK ITB belum mampu menunjukkan semangat interdenominasinya.

Inilah tugas kita, para pekerja PMK ITB. Usahakan dan pelihara semangat interdenominasi dalam persekutuan PMK ITB. Saya sebentar lagi akan pergi. Angkatan 2010 juga akan pergi. Abang, kakak, cici, dan koko yang sekarang berkuliah bersama dengan kalian juga akan pergi. Siapa yang akan meneruskan PMK ITB? Ya kalian, angkatan 2012 dan 2013 dan juga angkatan baru. Kalian harus punya pemahaman bahwa PMK ITB ini bukan gereja, dalam arti gereja yang membawa denominasi tertentu. Tapi kita mengusahakan interdenominasi. Bagaimana caranya?

Bagaimana Cara agar PMK ITB Interdenominasi

Ajaran PMK harusnya berfokuskan pada ajaran Alkitab dan Firman Tuhan saja. Kesaksian boleh ada, namun sifatnya seharusnya mendukung saja. Yang utama adalah, “What the bible say about…?” Jangan kita malah meributkan keunikan dan perbedaan: perbedaan baptis selam dan baptis percik, dan sebagainya. Kita berfokus pada yang Alkitab katakan. Alkitab mengatakan, “Yesus dibaptis,” maka kita harusnya membahas mengenai baptisan Yesus menurut Alkitab. PMK ITB tidak membawa orang kepada denominasi tertentu, melainkan mengingatkan kembali orang-orang untuk kembali ke gereja masing-masing. Tidak akan pernah PMK ITB menjadi gereja, di mana kita akan disuruh berkumpul dan beribadah minggu bersama di PMK ITB.

PMK ITB Interdenominasi. Maka, tidak akan pernah PMK ITB menjadi gereja.

PMK adalah persekutuan yang adalah perpanjangan tangan gereja. Artinya, PMK ITB tidak akan pernah menjadi gereja. Kita tidak akan memindahkan orang dari gereja tertentu ke gereja tertentu. Bahkan menganggap Ibadah Jumatan PMK dapat menggantikan Ibadah Minggu. Bagi yang masih berpikiran seperti ini, saya mengingatkan itu adalah sebuah kesalahan besar yang harus segera diubah.

PMK ITB hadir di kampus sebagai wadah interdenominasi bukan hanya untuk PMK ITB sendiri tetapi kita hadir untuk mendukung gereja-gereja lokal yang ada di Bandung ini. Saya cukup prihatin melihat masih ada adik-adik mahasiswa yang masih menjadi jemaat GKJJ: Gereja Kristen Jalan-Jalan. Mari, mulailah beribadah di gereja yang tetap. Jangan menjadi jemaat tamu saja. Bertumbuh dan libatkanlah diri kalian di dalam pelayanan gereja. Selain itu, PMK ITB juga sebagai alat pemersatu jemaat gereja di kampus dan harus terus ditingkatkan. Ajak teman-teman yang belum datang dan bergabung, untuk sama-sama merasakan persekutuan di kampus ini. Saya berdoa PMK ITB menjadi pupuk yang baik bagi semangat oikumene yang akan berguna di dalam gereja.

Saya bersyukur masih dapat melihat bahkan terlibat dalam persekutuan mahasiswa dan siswa di mana doa Yesus benar-benar terwujud, “Bapa Aku berdoa supaya mereka menjadi satu” Di gereja ini tidak akan mungkin terwujud. Karena hanya di PMK, kita dari berbagai latar belakang gereja, bisa bersama-sama dan bersatu. PMK ITB bukan uniform (seragam), melainkan PMK ITB interdenominasi. Jadi benarlah tulisan ini, PMK ITB milik kita bersama.

Sumber Gambar : km.itb.ac.id

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.