Browse By

Bersama Sahabat – Di Pantai Ranca Buaya

Waktu berlalu cepat, kami bersenang-senang bersama. Bermain air, bermain pasir, dan berbincang-bincang adalah hal yang saya lakukan. Ada saat di mana Sion ditenggelamkan, ada juga saat di mana Ko Sam dikubur di dalam pasir dan mencoba untuk membebaskan diri. Pokoknya, hari itu begitu seru. Apalagi sudah hampir sepuluh tahun saya tidak lagi menikmati pemandangan pantai sejak terakhir kali pergi bersama dengan Naomi, Bang Niko, dan saudara yang lain di tahun 2002. Luar biasa bukan?

Acara sempat terganggu karena kaki Oci berdarah, untunglah di warung-warung di tepi pantai itu ada yang menjual Hansaplast, sehingga Oci tetap dapat bermain dan menikmati keindahan pantai bersama-sama. Sekitar pukul 12.00, kami menyudahi acara di pantai. Perut yang lapar karena belum sarapan sudah meminta untuk segera diisi. Menu ikan bakar dan es kelapa muda segera kami santap di saung-saung tepi pantai. Meskipun baju dan celana basah, namun siang itu tetaplah menjadi istimewa dalam hati saya.

Sambil makan, kami melakukan sesi “curhat”, di mana setiap orang bebas mengutarakan pendapatnya mengenai seseorang secara bergiliran. Saat itu, hanya Steve dan Tio saja yang mendapat giliran sharing, dikarenakan kami harus segera melakukan perjalanan pulang kembali ke Bandung. Namun sesi sharing dan makan bersama siang itu telah membukakan mata saya mengenai hubungan dengan orang lain, di mana keterbukaan adalah hal yang paling penting.

Pukul 14.00, makan siang akhirnya diakhiri, kami kemudian berpencar untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Waktu berlalu dengan cepat ketika saya untuk terakhir kalinya melihat Pantai Ranca Buaya dengan karang atol yang muncul ke permukaan. Karang-karang coklat yang muncul ke permukaan akibat perubahan lempeng tektonik di dasar samudera itu menjadi saksi kebersamaan kami sepanjang hampir lima jam di tempat itu. Perjalanan pulang dimulai, yang kembali mengingatkan saya mengenai waktu-waktu yang saya miliki. Waktu-waktu yang berharga dan tidak mungkin dilupakan.

Lihat Juga Artikel Terkait:

Bersama Sahabat–Part 1
Bersama Sahabat–Part 2
Bersama Sahabat–Part 3

Sumber foto : blogspot 1, 2, 3, 4

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.