Browse By

Yesus Menggenapkan Seluruh Nubuatan Yesaya 53

Sebagai persiapan menyambut Natal tahun ini, saya ingin mengulas tentang Nubuatan Yesus dalam Perjanjian Lama. Dalam seri yang pertama, saya ingin mulai dengan Nubuatan dalam Kitab Yesaya. Tujuh ratus tahun sebelum Yesus lahir di dunia, Nabi Yesaya telah lebih dahulu menubuatkan Mesias Bangsa Yahudi seperti yang tertulis dalam Yesaya 53. Nubuatan Nabi Yesaya tentang penderitaan Mesias ditulis sangat lengkap dan detail. Kita akan membaca dan membahas satu persatu nubuatan Yesaya, dan di akhir artikel ini kita akan tahu bahwa segala nubuatan itu sesungguhnya telah digenapkan oleh Yesus.

Nubuatan Yesaya 53:2

Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia,
dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.

Penggenapan:
Tidak ada deskripsi fisik Yesus dalam seluruh Perjanjian Baru. Tidak ada juga tulisan tentang ketampanan atau kelebihan fisik Yesus yang mempesona orang banyak. Kalau kita melihat kitab Injil kita justru mendapati orang-orang di kampung tempatnya berasal berkata tidak mengenal Yesus. Mereka juga berkata, “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” saat Yesus mengajar di rumah ibadat (Bacalah Matius 13:54-55).

Yesaya 53:3

Ia dihina dan dihindari orang,
seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan;
ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia
dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Penggenapan:
Yesus telah mengalami banyak kesengsaraan, penyiksaan, dan kesakitan hingga akhirnya Dia dipakukan di atas kayu salib. Semenjak ditangkap hingga siang hari, Yesus terus dihukum dan disakiti. Darah terus mengalir dari badannya yang remuk dan muka yang hancur. Tidak ada seorang pun yang sanggup memandang pada Yesus. Dia ditolak oleh Pemimpin Yahudi, oleh Pemerintah Romawi, bahkan ditinggalkan para murid-Nya.

Yesaya 53:4-6

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,
dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,
padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesar seperti domba,
masing-masing mengambil jalannya sendiri,
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Penggenapan:
Yesus mati untuk menebus dosa saya dan teman-teman, dosa seluruh umat manusia. Dia disalib untuk menanggung segala penyakit dan sengsara yang mestinya kita alami. Dia ditindas bahkan ditikam oleh sebab dosa dan pemberontakan kita. Yesus diganjar, dicambuki, diremukkan sebab kasih-Nya bagi kita. Yesus telah mati menanggung seluruh murka Allah dan menggantikannya dengan kasih anugerah Allah.

Yesaya 53:7

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya
seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;
seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,
ia tidak membuka mulutnya.

Penggenapan:
Saat Yesus dituduh dan diadili di depan banyak orang, Yesus tetap diam dan tidak mengucapkan sepatah kata pembelaan sekalipun. Saat dianiaya dan ditindas sekalipun, tidak ada sebuah kata keluar dari mulutnya. Yesus memilih diam dan tidak melakukan apapun.

Yesaya 53:8

Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil,
dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup,
dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.

Penggenapan:
Dia mati dan dikuburkan, turun ke dalam maut oleh sebab dosa dan pelanggaran kita.

Yesaya 53

Yesaya 53

Yesaya 53:9

Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik,
dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat,
sekalipun ia tidak berbuat kekerasan
dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

Penggenapan:
Di bukit Golgota – Bukit tengkorak, Yesus disalibkan bersama dengan 2 orang penyamun di sebelah kanan dan kirinya. Yesus disalibkan layaknya seperti seorang penjahat yang tak termaafkan, meskipun tak pernah Yesus melakukan suatu keselahan apapun. Lalu, saat hendak dikuburkan, seorang Romawi kaya bernama Yusuf dari Arimatea bersedia menampung Yesus dalam kuburnya.

Dari Nubuatan Yesaya kita dapat mengetahui banyak nubuatan mengenai Mesias yang harus menderita hingga disalibkan demi kesalahan yang tak pernah dilakukannya. Ada begitu banyak nubuatan Yesaya 53 yang digenapi oleh Yesus Kristus melalui hidup-Nya di dunia. Mungkinkah Yesaya cuma kebetulan menulis? Mungkinkah nubuatan 700 tahun digenapi hanya karena kebetulan? Saya pikir semuanya bukan kebetulan. Semuanya adalah bagian dari rencana penyelamatan oleh Allah sendiri yang digenapi dalam Yesus Kristus.

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.