Browse By

Ketentraman (Mazmur 4)

Apa yang ada dalam bayangan Anda bila mendengar kata “malam”? Mungkin yang terbayang adalah suasana mencekam, menakutkan, sesuatu yang tidak baik. Dalam kehidupan sehari-hari pun, malam sudah punya makna yang kurang baik. Misalnya saja, ada nasihat: Jangan pulang malam-malam, berbahaya, ada banyak penjahat di jalan. Jangan lupa mengunci pintu pada malam hari agar maling tidak masuk ke dalam rumah. Dan masih banyak lagi. Malam juga identik dengan saat dimana kita terlelap, tidak siap siaga mengenai apa yang mungkin akan terjadi. Dari semua penjelasan di atas, kita ada di satu kesimpulan, bahwa malam adalah saat dimana kita paling tidak siap atau paling lemah. Tidak ada ketentraman.

Ketentraman

Ketentraman

Pemazmur juga mengalami hal yang sama. Saat dia masih menjadi gembala, dia harus tetap terjaga di waktu malam, menjaga kawanan dombanya dari pemangsa yang berkeliaran di waktu malam. Saat menjadi raja pun, tidak serta merta dia dapat tidur tenang. Daud harus tetap berjaga-jaga siapa tahu musuh datang menyerang kerajaannya. Tapi kalau kita membaca Mazmur pasal 4 ini, ada satu hal yang kita temukan.

Mazmur 4:9, ”Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan yang membiarkan aku diam dengan aman.”

Pemazmur Daud, di tengah kegelapan malam, ketidakpastian hidup, dan musuh yang bisa datang menyerang, malah bisa tidur dalam ketentraman dan kenyamanan. Sebetulnya bagaimana bisa tidur dengan aman dan tentram? Apa rahasianya?

Rahasia Ketentraman Hidup

1. Berseru kepada Tuhan (Mazmur 4:2). Saat menghadapi masalah yang berat, orang seringkali malah larut dalam masalah tersebut. Bukannya selesai, malah semakin tambah berat. Tapi dari Mazmur kita dapat belajar satu hal, bahwa kita harus berseru kepada Tuhan, mohon bantuan dan bimbingannya. Kalau kita telah berseru kepada Tuhan, masalah tidak serta merta langsung selesai, namun ada semangat dan kekuatan baru yang kita dapatkan dari Tuhan untuk menghadapi masalah itu.

2. Ingat bahwa kita sudah dipilih oleh Tuhan dan dikasihi. (Mazmur 4:4). Tuhan Allah sudah menebus kita dari hukuman dosa dan senantiasa menjaga dan merawat kita, anak-anak yang dikasihi-Nya. Kalau kita menyadari hal tersebut, dan percaya, tidak ada lagi alasan untuk takut dan gentar menghadapi apapun juga.

3. Persembahkanlah korban yang benanr, dan Tuhan telah memberikan sukacita. Persembahan bukan hanya harta, tetapi hati kita, hidup kita, persembahkanlah itu semuanya kepada Tuhan Allah. Allah yang setia dan adil akan melimpahkan sukacita dan damai sejahtera bagi orang yang dikasihi-Nya.

Kita bisa melihat bahwa Daud melakukan apa yang tepat, yaitu menyerahkan seluruh pikiran dan pergumulannya kepada Tuhan Allah. Ya, hanya di dalam Tuhan sajalah, kita akan mendapatkan damai sejahtera dan ketentraman.

sumber gambar : blogspot

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.