Browse By

From Jember With Love-7: Saksang Bou Jember

Saya tiba di rumah Amangboru dan Namboru Jember sekitar pukul 10.45. Rumahnya terletak di tengah-tengah sawah dan pekarangan yang terhampar luas. Rasanya teduh sekali, apalagi lagi mendung di siang itu, tanda-tanda mau hujan. Di depan pagar, bou langsung menyambut dan memanggil nama saya. Wah, Daniel sudah tiba rupanya.. Ya inilah rumah bou ini. Ayo masuk-masuk.

Makan Saksang di Rumah Bou Jember

Amangboru kemudian memarkir motornya di samping rumah. Saya langsung membuka sepatu dan masuk ke rumah. Rumah dengan desain kontemporer dan sedikit minimalis menyambut saya. Saya segera langsung ke ruang keluarga, di sana sudah ada anak bou yang ternyata baru saja pulang sekolah. Sudah ada banyak makanan terhidang di meja: ada salak dan jeruk juga biskuit-biskuit yang dimasukkan ke dalam toples. Ternyata bou mengira saya pergi ke Jember bersama dengan teman-teman saya, ya seperti kunjungan kampus ke Politeknik Jember, ehh…ternyata hanya saya sendiri, ujar bou waktu itu.

Kami berbincang mengenai banyak hal: mulai dari perkuliahan saya, skripsi saya, pekerjaan yang saya ambil sekarang, hingga keadaan keluarga besar Sihombing. Kami juga banyak berbincang mengenai keinginan anaknya bou (sepupu saya) yang ingin melanjutkan studi di Jakarta. Tentu itu adalah hal yang bagus, di mana terbuka kesempatan untuk bisa belajar lebih banyak, asalkan harus rajin, tutur saya. Saya juga mengutarakan rasa syukur saya dapat berkunjung ke keluarga ini, sekali ini selama saya hidup. Begitu pula dengan bou dan amangboru yang nampak begitu senang dengan kunjungan saya.

Sesekali mereka juga mengungkapkan kebanggaan mereka terhadap adik saya dan saya yang dapat berkuliah dengan baik serta tetap takut akan Tuhan Yesus. Amangboru juga mengingatkan saya untuk selalu menyediakan waktu bagi keluarga, sesibuk dan sesukses apapun saya ke depannya. Saya mengangguk setuju dan sejenak saya berdoa di dalam hati agar semuanya itu dapat saya wujudkan. Itu memang adalah doa saya kepada Tuhan Yesus: untuk dapat menjadi agen pemersatu bagi keluarga besar, mempersatukannya di dalam kasih Kristus Yesus.

Makan Saksang di Rumah Bou Jember

Makan Saksang di Rumah Bou Jember

Kami berbincang cukup lama, entah berapa kali bou menambahkan air putih ke dalam gelas saya. Yang saya ingat adalah kami makan bersama sekitar pukul 13.00. Oiya, anak bou yang paling besar juga sudah tiba di rumah. Jadi, siang itu kami makan bersama. Menu makanan yang begitu lezat: sayur sop, saksang, dan ayam goreng. Makanan-makanan yang sudah lama tidak saya nikmati, dan bou tahu persis hal itu. Apalagi, makanan itu terasa tiga bahkan empat kali lebih enak..ketika saya dapat makan bersama-sama dengan keluarga saya..bersama-sama orang yang begitu saya kasihi dan juga mengasihi saya. Jadi, sambil memakan nasi dan saksang di siang itu saya berdoa di dalam hati, “Terima kasih Tuhan Yesus buat semua hal yang Engkau berikan. Saya begitu bersyukur. Sangat bersyukur.”

Sumber gambar: gultomunited.blogdetik.com

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.