Browse By

Power Spot: Sumber Kekuatan

Natsu adalah liburan. Kurang lebih sebulan saya bisa menikmati liburan musim panas ini. Liburan yang betul-betul saya perlukan di tengah kesibukan belajar sebagai mahasiswa di Jepang. Libur memang mengasyikkan. Saya bisa keluar dari kegiatan sehari-hari, dan bersantai sejenak. Selama liburan, saya juga sempat mengunjungi Museum Sains dan Ilmu Pengetahuan Nasional di Ueno, Tokyo, dan berkesempatan melakukan percobaan-percobaan di sana. Selama 2 hari berturut-turut saya datang ke sana, dan begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan.

Ngomong-ngomong tentang liburan, bagaimana liburan teman-teman? Apakah mengasyikkan? Tiap orang punya cara sendiri-sendiri menikmati liburannya ya. Ada yang pergi ke pantai, ke taman hiburan, atau tempat-tempat lainnya.

Kalau di Jepang, liburan Natsu (musim panas) itu dekat sekali dengan naik gunung. Maksudnya Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang. Puncak Gunung Fuji yang mencapai 3776 meter selalu diselimuti salju tebal selama kurang lebih 9 bulan. Tiga bulan sisanya, ya pas musim panas. Karena musim panas, saljunya meleleh sehingga perjalanan mendaki gunung tidak terlalu berbahaya. Perlu diketahui bahwa selain musim panas, Gunung Fuji tidak boleh didaki lho. Nah, mumpung liburan sekaligus saljunya mencair, banyak orang yang mendaki Gunung Fuji.

Gunung Fuji menjadi favorit sekaligus tujuan utama pendakian seluruh orang Jepang. Banyak orang yang ingin mencapai puncak dan melihat pemandangan dari atas sana. Sampai di puncak gunung, orang juga menemukan pernak-pernik khas yang hanya tersedia di puncak Gunung Fuji saja lho. Ada juga kantor pos tertinggi di Jepang. Di sana orang bisa membeli kartu pos sebagai kenang-kenangan, atau juga mengirimkan surat dari sana. Sebab mengirimkan surat dari puncak Gunung Fuji adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi tiap orang. Ada juga orang yang mendaki untuk mengingat kenangan bersama dengan keluarga, teman, atau orang tercinta yang telah tiada. Mereka merasa puncak gunung dekat sekali dengan surga dan bisa dekat dengan orang-orang yang telah tiada.

Power Spot: Sumber Kekuatan

Tapi, kata “power spot” menjadi tema besar tahun ini. Power spot itu artinya sumber kekuatan. Orang yang mendaki Gunung Fuji bisa masuk ke kuil di atas gunung dan kemudian merasakan kekuatan baru. Merasakan semangat baru menjalani kehidupan. Power spot. Dengan mendaki gunung dan masuk ke kuil, menyentuh patung budha dan sebagainya diyakini sebagian orang sebagai sumber kekuatan atau semangat hidup.

Di tengah kesibukan dan kepenatan, masalah, suka duka yang silih berganti, kita pasti pernah merasakan kelemahan. Tidak sanggup, tidak mampu menatap hari depan. Meskipun beristirahat, rasa lelah itu tidak kunjung hilang. Di saat itulah kita sesungguhnya memerlukan sumber kekuatan. Power Spot.

Lantas apakah sumber kekuatan teman-teman? Apakah istirahat? Apakah liburan? Atau seperti orang Jepang, pergi mengunjungi tempat-tempat tertentu?

Semuanya itu hanyalah sumber kekuatan semu. Sebab semuanya masih terdapat di dalam dunia ini. Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat menjadi sumber kekuatan kita.

Tuhan adalah Sumber Kekuatan Saya

Tuhan sumber kekuatan

Tuhan sumber kekuatan

Sumber kekuatan kita yang sejati hanyalah dalam Tuhan, Dia sajalah kekuatan kita. Kita akan selalu dikuatkan dan dihibur apabila datang dan bersekutu dengan Tuhan Allah. Dengan dekat pada Allah, masalah memang tidak serta merta hilang, tapi kita mendapatkan kekuatan baru menghadapi semuanya itu. Kita sanggup karena ada Allah.

Pemazmur juga menyadari hal yang sama. Di tengah pertempuran tiada habis dengan bangsa-bangsa lawan, Pemazmur mengakui kelemahan dirinya. Pemazmur sadar bahwa hanya Tuhan Allahlah yang menjadi sumber kekuatan. Hanya Tuhan Allah sajalah pertolongan kita, penghiburan kita, sumber kekuatan kita. Power Spot kita.

“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya… Tuhan adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!” Mazmur 28:7-8.

Sumber Gambar : windowseat7.tumblr.com

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.