Browse By

Natal: Adakah Tempat Bagi Raja Baru?

Bagaimana Natal di tahun ini? Adakah perayaan Natal berlangsung meriah? Adakah kita sejenak bisa berkumpul dengan saudara dan kerabat-kerabat, beribadah bersama menyambut hari peringatan kelahiran Yesus Kristus? Atau kita malah sibuk dikejar-kejar tugas dan pekerjaan yang menanti? Adakah kita menikmati kesenduan di malam Natal atau malah tidak ada tempat bagi Raja, yakni Yesus Kristus?

Adakah Tempat Bagi Raja Baru?

Adakah Tempat Bagi Raja Baru?

Hari ini dalam renungan pagi Radio Pelita Kasih, renungan dari HKBP Kernolong dan Lumen Indonesia mengambil tema mengenai kunjungan orang-orang Majus pada bayi Yesus. Orang-orang Majus sangat bersukacita melihat bintang di Timur, pertanda kelahiran Sang Raja. Dan ketika mendapati bayi Yesus, mereka sangat bergembira! Mereka memberikan seluruh persembahan yang dibawa kepada Yesus sebagai tanda syukur dan hormat pada Raja yang baru lahir.

“… berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur” (Matius 2:9-11).

Saya ajak kita memperhatikan perkataan orang-orang Majus saat pertama datang ke Yerusalem. Seperti yang ditulis dalam Matius 2:2, orang majus bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Perhatikan, mereka tidak berkata “Di mana Dia yang kelak akan jadi raja itu?” melaikan “Di mana Dia raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?” Dari sini kita belajar bahwa Yesus adalah Sang Raja itu bahkan sejak dilahirkan, dan bukan baru setelah dewasa. Ini juga menunjukkan kemuliaan dan keagungan Yesus yang adalah Allah.

Tidak Ada Tempat Bagi Raja Baru

Lalu bagaimana orang-orang di Yerusalem menjawab pertanyaan orang Majus? Herodes dan perwira-perwiranya justru ketakutan dan terganggu akan lahirnya seorang Raja baru. Mereka berupaya untuk melenyapkan raja baru itu. Untuk itulah Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya.

Datangnya Natal tahun ini mengingatkan kita kembali akan kedatangan Yesus Kristus. Tidak lagi dalam rupa bayi mungil, namun sebagai Allah dalam kehidupan dan hati kita masing-masing. Bagaimana respon kita menyambut Sang Raja baru? Adakah hati kita bersukacita dan bersyukur seperti orang-orang Majus yang menanti-nantikan pertemuan dengan Sang Raja baru? Atau adakah kita seperti Herodes dan orang-orangnya yang merasa terganggu dan menolak Yesus? Adakah hati kita terbuka untuk Yesus, sang Raja baru masuk dan menguasai hati dan kehidupan kita? Atau sama sekali tidak ada tempat bagi Raja ?

Sumber gambar: http://www.simplybeautifulministries.com

Recommended for you

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.