Browse By

Pengampunan Ajaib

Seorang pria mati karena dibunuh. Saudara pria itu akhirnya bertemu langsung dengan si pembunuh di ruang pengadilan setelah sepuluh tahun kejahatan itu berlalu. Dengan suaranya yang gemetar, ia berkata, “Saudara saya di alam baka mungkin dapat mengampuninya, tetapi saya tak bisa. Saya tetap menginginkan hukuman seberat-beratnya bagi dia! Dia telah mengambil nyawa saudara saya. Tidak mungkin saya bisa mengampuni, hanya ada pengampunan ajaib yang bisa terjadi.”

Kita dapat memahami apabila para korban penganiayaan dan ketidakadilan sangat sulit mengampuni—bahkan tidak mudah untuk mengucapkan kata-kata yang dapat menyembuhkan luka batin dan mengangkat kepedihan yang ada di hati. Mengampuni bukanlah respons alami kita. Sebagai akibatnya, keluarga-keluarga saling menjauhkan diri karena kepedihan yang terjadi di masa lalu. Pertengkaran yang berlarut-larut meletus menjadi kekerasan.

Namun, pikirkanlah tentang perkataan Yesus di kayu salib. Dia telah menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang yang lapar, dan mengajar orang yang mengembara. Namun sekarang, walaupun tidak bersalah, Dia dipermalukan, diolok-olok, dan dipukuli. Dalam kekelaman itulah, tak ada seorang pun menyangka dari bibir-Nya yang terbakar matahari berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas. 23:34). Itulah kata-kata pertama yang diucapkan-Nya di kayu salib. Bayangkan pengaruhnya terhadap orang-orang yang mendengar-Nya! Yesus tidak mengungkapkan kemarahan maupun kebencian karena siksaan itu, melainkan kata-kata yang paling penuh kasih yang dapat diberikan seseorang, yakni kata-kata pengampunan.

Seluruh Kitab Suci terutama berbicara mengenai pengampunan Allah atas semua kesalahan manusia. Allah yang begitu murah hati dan belas kasih. Ia mengampuni kesalahan dan menyingkirkan pelanggaran kita. Bahkan ia merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus semua dosa kita. Pengorbanan Yesus di kayu salib dan ucapan-Nya memberikan kepada kita teladan yang sempurna: bahwa bersama Allah kita bisa melepaskan pengampunan. Kita mampu mengampuni orang lain. Sebuah pengampunan ajaib yang tidak mungkin bisa kita berikan, jika kita tidak merasakan dan mengijinkan Allah mengambil alih kehidupan kita.

Ya Allah, tolonglah kami untuk dapat menjadi seperti Anak-Mu dalam mengampuni orang yang menganiaya kami.

Recommended for you

One thought on “Pengampunan Ajaib”

  1. Gandhi Waluyan says:

    Jika Allah maha pengampun mengapa masih minta tumbal penebusan dosa manusia dengan kematian “anaknya” dengan cara yang keji?
    Betapa kejamnya Allah.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.