Browse By

Mengapa Harus Domba?

Mazmur Daud.
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau.
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku.
di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,
seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa

Mazmur 23, Alkitab LAI

Gembala domba

Gembala domba

Mengapa Harus Domba?

Mazmur 23 adalah syair yang cukup popular di antara orang Kristen. Kata-katanya sungguh indah. Daud memang luar biasa. Ia mampu menuliskan begitu banyak mazmur yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Meskipun demikian, ada satu pertanyaan yang ingin saya utarakan kepadanya, “Mengapa harus domba yang dipakai dalam perumpamaan ini? Apakah tidak ada binatang lain yang lebih hebat dan keren?”

Bukankah domba itu binatang yang paling bodoh? Itulah sebabnya kita tidak akan pernah bertemu dengan pelatih domba, karena mereka pasti sudah habis akal mengajarinya. Tidak heran kalau domba tak pernah memperagakan keahliannya seperti anjing, monyet, atau lumba-lumba yangsering kita lihat di pertunjukan atau sirkus. Domba tidak bisa disuruh dduduk, berlari, berguling, melompat, atau atraksi lain. Domba terlalu bodoh untuk melakukan semuanya itu.

Domba juga adalah binatang yang lemah. Sementara binatang lain mempunyai cakar, taring, atau bisa yang dapat melindungi diri atau membunuh lawan, doma tidak mempunyai senjata apapun. Berbeda dengan rajawali yang menjadi simbol Harley-Davidson atau kijang yang menjadi simbol mobil.

Daud memakai domba dalam puisi ini adalah karena domba bodoh, lemah, dan mudah tersesat jika tidak ada yang menuntun. Persis seperti manusia di tengah-tengah dunia bukan? Domba amat bergantung pada gembalanya, begitulah kita kepada gembal kita–Tuhan Yesus. Kita membutuhkan gembala yang menuntun kita ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang. Kita membutuhkan gembala yang selalu siap menjaga kita dari pemangsa. Dan kita amat membutuhkan gembala di dalam setiap perjalanan hidup kita, Tuhan Yesus sendiri. Kita tidak mungkin dapat berjalan tanpa-Nya sedetik pun.

Ajari kami Tuhan untuk mau jadi domba yang taat.
Ajari kami Tuhan untuk mau jadi domba yang setia.
Ajari kami Tuhan untuk mau jadi domba yang mau dengar-dengaran.
Tuhan, adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Postingan terkait : Kenapa Memakai Domba?

sumber gambar : blogspot

Recommended for you

Leave a Reply

Your email address will not be published.